Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Sebanyak 12 atlet penyandang disabilitas intelektual akan berangkat mewakili DIY dalam Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II SOIna 2026. Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X berharap seluruh atlet maupun pendamping dapat menjaga kesehatan hingga nanti kembali ke DIY.
Saat kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) DIY berpamitan dan memohon doa restu pada Jumat (09/10), Sri Paduka mengaku senang SOIna DIY bisa kembali mengirim para atlet ke ajang olahraga khusus ini. Bertempat di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Sri Paduka kembali mengungkapkan harapannya agar tidak ada lagi orang tua yang ‘menyembunyikan’ anak special mereka.
“Tentu kami selalu berharap, bagaimana mereka (anak disabilitas intelektual) harus bisa mengembangkan diri. Lewat ajang seperti PESONAS inilah mereka bisa menunjukkan kemampuan dan berprestasi. Saya hanya nderek titip, tolong kesehatan mereka dijaga, apalagi sekarang cuaca sedang panas-panasnya, jadi jangan sampai dehidrasi,� imbuh Sri Paduka.
Sri Paduka mengatakan, predikat juara adalah sebuah bonus dalam ajang semacam ini. Karena yang terpenting bagi Sri Paduka ialah para atlet penyandang disabilitas intelektual ini dapat berpertisipasi. Sri Paduka pun berpesan agar para pelatih dan official dapat memperhatikan hal-hal detail terkait kebutuhan para atlet.
“Tentu ada kebiasaan-kebiasaan mereka yang sudah diketahui pelatih masing-masing. Minta tolong bisa diperhatikan. Selamat berkompetisi, semoga semuanya lancar, dan dapat kembali pulang dengan sehat,� ungkap Sri Paduka.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) DIY, Danang Maharsa mengatakan, keikutsertaan DIY pada PESONAS 2026 ini adalah yang kedua kalinya, setelah turut memeriahkan PESONAS I pada 2022 lalu di Semarang, Jawa Tengah. PESONAS 2026 sendiri akan diselenggarakan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 14-18 Oktober 2026.
“Tahun ini kami mengirim 12 atlet yang didampingi oleh enam pelatih dan dua official. Mereka akan mengikuti empat cabang olahraga, yakni atletik, boccia, bulutangkis, dan tenis meja. Karenanya, kami datang untuk meminta doa restu agar semuanya bisa lancar, sukses, dan bisa membawa nama DIY ke prestasi yang maksimal,� ungkapnya.
Diungkapkan Danang, keberangkatan kontingen DIY ini tidak membawa target kemenangan apapun, meski memang ada harapan untuk dapat masuk 10 besar di tahun ini. Harapan ini tercetus dari pengalaman PESONAS 2022, di mana DIY masuk tiga besar.
“PESONAS II ini rencananya akan diikuti oleh 25 provinsi dengan jumlah atlet lebih dari 1.000 orang. Melihat potensi DIY yang cukup besar, kami berharap suatu saat DIY dapat menjadi tuan rumah PESONAS juga,� imbuhnya.
Sebagai informasi, SOIna merupakan gerakan hingga membentuk organisasi yang bertujuan memberikan kesempatan kepada Penyandang Disabilitas Intelektual untuk menjadi warga negara yang berguna, produktif, diterima, dihargai, dan diakui kesetaraannya sebagai bagian dari masyarakat. Salah satu syarat atlet SOIna ialah memiliki skor IQ 70 ke bawah.
HUMAS DIY