TMMD Sengkuyung Tahap IV Dimulai, Siap Rehabilitasi Rumah dan Fasilitas Publik

Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Sebanyak 10 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kelurahan Pringgokusuman dan Kelurahan Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, menjadi sasaran rehabilitasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026. Program kolaborasi TNI, Pemerintah Kota Yogyakarta, Polri, dan masyarakat ini juga menyasar perbaikan jalan serta rehabilitasi balai rukun kampung untuk mendukung kenyamanan lingkungan warga.

TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, selaku inspektur upacara di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Selasa (13/10). Kegiatan berlangsung selama 30 hari, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026.

Agus mengatakan, TMMD menjadi salah satu wujud nyata semangat gotong royong melalui kerja bersama antara pemerintah, TNI, dan masyarakat untuk menjawab kebutuhan warga secara langsung.

“Ini otentik dan konkret. Salah satu implementasinya adalah bagaimana peran TNI bersama masyarakat. Ada 10 rumah yang tidak layak huni yang diintervensi oleh TNI. Kegiatan ini tentu sangat positif sekali dan kita berharap terus berkelanjutan dan benar-benar menjadi implementasi konkret, bukan hanya berwacana,” ungkapnya.

Inspeksi pasukan

Menurutnya, TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan, rasa memiliki, dan kepedulian antarwarga. Karena itu, masyarakat diharapkan ikut mendukung pelaksanaan program sekaligus merawat hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“TMMD bukan hanya membangun jalan dan rumah, yang juga kita bangun adalah kebersamaan, rasa memiliki (ownership), dan kepedulian antarwarga masyarakat. Apa yang dibangun bersama nantinya juga harus kita rawat bersama,” tegasnya.

Agus berharap, kolaborasi tersebut semakin memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Yogyakarta.

“Terima kasih kepada Kodim 0734 Yogyakarta dan jajaran TNI yang terus bersemangat untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Mari kita jadikan momentum TMMD ini sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus penguatan semangat gotong royong untuk kemajuan Yogyakarta,” pungkasnya.

Penyerahan alat kerja

Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 didukung anggaran sebesar Rp525 juta, terdiri atas Rp75 juta dari APBD DIY, Rp400 juta dari APBD Kota Yogyakarta, dan Rp50 juta dari Baznas Kota Yogyakarta.

Kepala Staf Kodim 0734/Yogyakarta, Letnan Kolonel Infanteri Roni Hermawan, menjelaskan, rehabilitasi 10 RTLH telah mulai dikerjakan melalui tahap pra-TMMD sebelum pembukaan resmi. Pengerjaan awal tersebut dilakukan sekitar 10–12 hari agar seluruh sasaran dapat diselesaikan sesuai jadwal.

“Harapannya nanti pada saat penutupan di bulan November, genap satu bulan atau 30 hari pelaksanaan kegiatan TMMD, rehabilitasi rumah tidak layak huni itu sudah selesai dan siap untuk digunakan,” jelasnya.

Penandatangan berita acara

Selain rehabilitasi rumah, sasaran fisik TMMD meliputi pengecoran jalan sepanjang 21,4 meter dengan lebar tiga meter serta rehabilitasi satu unit balai rukun kampung. Perbaikan balai dilakukan untuk membenahi bagian bangunan yang membutuhkan penanganan, seperti plafon maupun rangka bangunan.

“Pada intinya, kami selaku aparat satuan teritorial ingin membantu tugas pemerintah daerah dalam rangka menyejahterakan masyarakat, terutama terkait dengan masalah infrastruktur,” tambah Roni.

Tidak hanya pembangunan fisik, TMMD juga dilengkapi kegiatan nonfisik berupa penyuluhan rekrutmen prajurit TNI, penyakit masyarakat, keamanan dan ketertiban masyarakat, kesehatan serta pencegahan stunting, hingga perencanaan dan kebijakan jalan.