Beranda / Daerah / Teknologi Medis hingga Pertanian, Jepang Perkaya Referensi Pengembangan DIY

Teknologi Medis hingga Pertanian, Jepang Perkaya Referensi Pengembangan DIY

Teknologi Medis hingga Pertanian, Jepang Perkaya Referensi Pengembangan DIY

Kyoto,REDAKSI17.COM – Teknologi sel punca iPS, transplantasi organ, dan terapi sel CAR-T yang dikembangkan Rumah Sakit Universitas Kyoto, Jepang, menjadi referensi bagi pengembangan layanan kesehatan DIY. Tak hanya bidang medis, kunjungan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ke Kyoto juga mencakup pembelajaran pertanian berbasis riset dan teknologi untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produk lokal.

Sri Sultan menyampaikan, pengembangan RS Paru Respira dan RS Jiwa Grhasia perlu mencakup peningkatan kualitas pelayanan, digitalisasi, penguatan sumber daya manusia, hingga penelitian di laboratorium. Hal tersebut disampaikan saat bertemu dengan pihak Rumah Sakit Universitas Kyoto pada Senin (05/10) untuk membahas pengembangan layanan rumah sakit di DIY.

“Harapan saya tidak sekadar di bidang kesehatan, tapi juga proses pada aspek-aspek layanan, digitalisasi, kemungkinan juga peningkatan sumber daya manusianya. Hal-hal itu, atau seperti riset di laboratorium, dan sebagainya itu bagi kami juga sangat penting,� ungkap Sri Sultan.

RS Paru Respira berfokus pada pelayanan kesehatan pernapasan, sedangkan RS Jiwa Grhasia yang selama ini dikenal sebagai rumah sakit khusus kesehatan jiwa tengah dikembangkan menjadi rumah sakit umum. Selain layanan kesehatan jiwa, RS Jiwa Grhasia juga menangani rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika dan zat adiktif lainnya.

Dalam pemaparannya, pihak Rumah Sakit Universitas Kyoto menjelaskan pemanfaatan teknologi induced pluripotent stem cells (iPS) atau sel punca pluripoten terinduksi. Teknologi ini memungkinkan sel tubuh yang telah matang diprogram ulang menjadi sel punca yang dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel untuk keperluan penelitian.

Sel iPS dapat dimanfaatkan untuk mempelajari mekanisme penyakit, termasuk Parkinson dan diabetes, serta menguji respons sel terhadap obat. Penelitian juga dilakukan untuk mengidentifikasi potensi terapi baru dan mengembangkan pendekatan pengobatan regeneratif, meskipun penerapannya untuk terapi pasien tetap bergantung pada hasil penelitian dan pengujian klinis.

Selain teknologi iPS, Rumah Sakit Universitas Kyoto memaparkan pengalamannya dalam transplantasi organ, termasuk hati dan paru-paru, serta terapi sel CAR-T untuk penanganan kanker tertentu. Pengembangan layanan tersebut ditopang oleh kegiatan penelitian dan fasilitas medis yang mendukung pengembangan terapi tingkat lanjut.

Sri Sultan menyampaikan bahwa pengembangan rumah sakit di DIY perlu disesuaikan dengan kebutuhan layanan dan kemampuan masing-masing institusi. Ia menyatakan, tim teknis dari DIY dapat menindaklanjuti pertemuan tersebut untuk membahas kemungkinan bentuk kerja sama dengan pihak Rumah Sakit Universitas Kyoto.

Di luar sektor kesehatan, delegasi DIY juga mempelajari pengembangan pertanian di Kyoto Prefectural Agriculture, Forestry and Fisheries Technology Center, termasuk Tea Research Institute di Uji. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi delegasi untuk menggali penerapan riset dan teknologi dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian, penanganan pascapanen, serta penguatan merek produk.

Aspek-aspek tersebut menjadi referensi bagi DIY dalam mendorong daya saing produk pertanian dan meningkatkan nilai tambah hasil produksi. Pengembangan pertanian berbasis riset juga berkaitan dengan penguatan ekonomi perdesaan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Rangkaian kunjungan delegasi DIY turut mencakup Kyoto City Disaster Prevention Center untuk mempelajari edukasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Delegasi juga mengunjungi Osaka Knowledge Capital dan Rinku Town untuk memperoleh referensi mengenai pengembangan inovasi dan kawasan yang mendukung kegiatan ekonomi.

Pertemuan dengan Rumah Sakit Universitas Kyoto menjadi bagian dari penguatan hubungan DIY dan Prefektur Kyoto yang telah berlangsung sejak 1985. Melalui kunjungan lintas sektor ini, Pemda DIY menjajaki peluang tindak lanjut kerja sama di bidang kesehatan, pertanian, dan bidang lain yang dapat mendukung pengembangan daerah.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *