Yogyakarta,REDAKSI17.COM– Memasuki tahun ke-41 kerja sama antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) dan Prefektur Kyoto, Jepang, seni budaya kembali menjadi ruang untuk mempertemukan kreativitas kedua daerah. Salah satunya melalui Pameran Lukis DIY-Kyoto 2026 yang menghadirkan karya anak-anak dan seniman dari DIY dan Kyoto di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), pada 14–20 Oktober 2026.
Mengusung tema “Lingkungan (Aku, Dia, dan Mereka)”, pameran ini menampilkan karya hasil Lomba Lukis DIY-Kyoto yang melibatkan 100 peserta dari kalangan siswa TK, SD, SMP, SMA/SMK, serta penyandang disabilitas di DIY. Pameran tersebut juga menghadirkan karya anak-anak dan seniman lukis dari Kyoto, Jepang, sebagai bagian dari kerja sama kebudayaan kedua daerah.
Tema “Lingkungan (Aku, Dia, dan Mereka)” mengajak peserta melihat kehidupan dari berbagai sudut pandang, mulai dari diri sendiri hingga hubungan dengan makhluk hidup lain. “Aku” menggambarkan diri, perasaan, dan kebiasaan sehari-hari, sementara “Dia” dapat merujuk pada teman, guru, pohon, maupun hewan di sekitar. Adapun “Mereka” mencerminkan seluruh makhluk hidup yang saling terhubung dan tinggal bersama di bumi.
Lingkungan dalam tema ini tidak terbatas pada alam, seperti tanah, air, tumbuhan, dan hewan. Lingkungan juga mencakup aspek sosial, seperti keluarga, pertemanan, dan interaksi antarmanusia; lingkungan buatan, berupa hasil karya manusia seperti rumah, kota, dan teknologi; serta lingkungan budaya, yang meliputi nilai, norma, adat, dan kesenian yang hidup di masyarakat. Berbagai aspek tersebut menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak untuk menuangkan gagasan dan pengalaman mereka melalui karya lukis.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyampaikan bahwa Pameran Lukis DIY-Kyoto merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama kebudayaan antara Pemda DIY dan Prefektur Kyoto. Melalui kegiatan ini, kedua daerah tidak hanya berbagi karya seni, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengapresiasi kreativitas dari latar budaya yang berbeda.
“Pada peringatan 41 Tahun kerja sama ini, maka Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal dengan kota budaya sudah selayaknya kita memperkuat identitas tersebut dengan cara menjaga dan memperkuat identitas tersebut, salah satunya adalah membangun generasi muda yang peduli dan mencintai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, yang tentu saja juga akan menguatkan identitas bangsa kita sebagai bangsa yang berbudaya,” ungkap Dian pada Pembukaan Pameran Lukis DIY-Kyoto 2026, Rabu (14/10).
Ia menambahkan, pameran ini juga menjadi bagian dari komitmen Dinas Kebudayaan DIY dalam membangun manajemen talenta seni, khususnya seni lukis di DIY. “Hasil karya lukisan anak-anak yang tergabung dalam Lomba Lukis, ke depannya akan menjadi karya-karya seni yang mengisi dan menjaga identitas budaya Yogyakarta di masa depan. Harapan kami, melalui kegiatan ini nantinya akan muncul karya-karya yang berkualitas dan berkarakter dari Daerah Istimewa Yogyakarta,” tutur Dian.
Didukung Dana Keistimewaan DIY, melalui pameran ini, anak-anak mendapat ruang untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menyampaikan cara pandang mereka terhadap lingkungan. Sementara itu, kehadiran karya dari Kyoto memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal perspektif artistik dari daerah lain, menjadikan seni sebagai ruang perjumpaan dan apresiasi lintas budaya. Pameran Lukis DIY-Kyoto 2026 pun dapat dikunjungi masyarakat hingga 20 Oktober 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Yogyakarta.
Humas Pemda DIY








