Beranda / Daerah / Sri Sultan Ingatkan Pentingnya Kemampuan Mengelola Keuangan

Sri Sultan Ingatkan Pentingnya Kemampuan Mengelola Keuangan

Yogyakarta,REDAKSI17.COM– Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan inklusi keuangan tidak cukup diukur dari jumlah rekening dan transaksi. Karenanya, Ngarsa Dalem juga mengingatkan, kemampuan mengatur finansial sangat penting dalam membangun kesejahteraan dan ketentraman dalam keluarga.

Hal tersebut disampaikan Sri Sultan dalam sambutannya pada Finansial Expo dan Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Monumen Serangan Umum 11 Maret, Yogyakarta, Minggu (18/10). Menurut Sri Sultan, makna inklusif keuangan sepatutnya dibangun dalam khasanah budaya Jawa yang dikenal dengan Gemi, Nestiti, Ngati-ati.

“Nilai ini mengajarkan keputusan dalam mengatur keuangan sehari-hari. Kebijaksanaan dalam menggunakan penghasilan, kita perlu membedakan kebutuhan dengan keinginan, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk masa depan,ā€ tutur Sri Sultan.

Selain itu, Sri Sultan mengajak masyarakat lebih cermat dalam memutuskan membuka tabungan dan memilih investasi. Hal ini sejalan dengan nilai NgestitiĀ yang mengajarkan pentingnya memahami manfaat dan risiko dalam mengatur finansial.

“Adapun Ngati-atiĀ mengingatkan kita, agar kemudahan selalu disertai kewaspadaan. Jagalah kerahasiaan data pribadi,ā€ tegasnya.

Sejalan dengan nilai tersebut, Sri Sultan meminta agar pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan untuk terus memastikan pendampingan yang menjangkau pasar, sekolah, hingga kalurahan. Karena itu, perlu adanya kegiatan tindak lanjut dengan edukasi dan pelayanan yang berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, Sri Sultan juga mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan Finansial Expo dan Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2026 sebagai tempat bertanya dan membandingkan pilihan. Harapannya, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik, serta dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hal pengelolaan keuangan.

Menurut Sri Sultan, uang harus tetap menjadi sarana untuk memuliakan kehidupan. ā€œDi balik setiap rekening terdapat harapan manusia, anak yang diperjuangkan, usaha yang dirintis, dan hari tua yang hendak dijalani dengan tenang,ā€ tutup Sri Sultan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY, Santoso Rohmad mengatakan, Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 menjadi momentum strategis memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Tema ‘Akses Keuangan yang Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera’ diwujudkan lewat kolaborasi FKIJK dan OJK DIY, mulai dari IJK Idol, kompetisi vokal solo bagi pegawai industri jasa keuangan, hingga Gen Z Knowledge Battle bagi pelajar.

Santoso berharap para pelajar kelak menjadi pelaku ekonomi daerah.

ā€œFKIJK juga menjadi wadah sinergi seluruh pelaku jasa keuangan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang melaksanakan literasi inklusi keuangan di Bulan Inklusi Keuangan ini,ā€ ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK DIY, Eko Yunianto memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Literasi keuangan DIY mencapai 76,44% (peringkat 7 nasional) dan inklusi keuangan 98,74% (peringkat 2 nasional). Kedua data ini menunjukkan nilai di atas rata-rata nasional.

Eko menambahkan, selama BIK 2026, tercatat 55 lembaga jasa keuangan di DIY menyalurkan kredit dan pembiayaan Rp1,5triliun kepada 18.637 debitur. Sebanyak 13.283 debitur di antaranya menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon Rp718miliar, dan 3.079 pelaku UMKM memperoleh kredit Rp296miliar.

ā€œKami berharap ke depan sinergi dan kolaborasi ini dapat ditingkatkan terus agar lebih banyak lagi masyarakat di DIY yang menjadi masyarakat yang well literateĀ terhadap produk dan layanan lembaga jasa keuangan. Sehingga mereka mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab,ā€ ungkap Eko.

Eko juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap investasi berimbalan hasil tidak wajar, pinjaman online ilegal, dan judi online berkedok game, serta dapat memegang prinsip 2L; Legal dan Logis, sebelum memakai produk keuangan. Ia mengaitkan imbauan itu dengan dawuh Ngarsa Dalem agar masyarakat selalu gemi, nastiti, dan ngati-ati. Menurut Eko, mewujudkan masyarakat DIY yang cerdas secara finansial adalah tugas bersama.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *