Apakah penyakit TBC menular? Mungkin ini menjadi pertanyaan yang kerap muncul ketika seseorang atau orang terdekat didiagnosis mengalami tuberkulosis. Meski TBC dikenal sebagai penyakit menular, masih banyak yang belum memahami bagaimana penyakit ini menyebar dan apakah semua jenis TBC dapat menular.

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit infeksi akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga bisa mengenai bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening, tulang, ginjal, atau selaput otak.

Apakah Penyakit TBC Menular? Ini Fakta yang Perlu Diketahui - Alodokter

Meski dikenal sebagai penyakit menular, tidak semua TBC bisa menular ke orang lain. Apakah penyakit TBC menular atau tidak sangat bergantung pada jenis TBC yang dialami, bagian tubuh yang terkena, dan apakah penyakitnya sedang aktif.

Apakah Penyakit TBC Menular?

Jawaban dari pertanyaan apakah penyakit TBC menular adalah ya, terutama jika TBC aktif menyerang paru-paru atau saluran napas. TBC menular melalui udara ketika penderita TBC aktif di paru-paru atau saluran napas mengeluarkan bakteri  Mycobacterium tuberculosis saat batuk, bersin, atau berbicara.

Risiko penularan menjadi lebih tinggi jika seseorang sering berada dekat dengan penderita dalam waktu lama, misalnya saat tinggal serumah atau berada di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk. Meski begitu, TBC tidak menular melalui kontak sehari-hari, seperti berjabat tangan, berpelukan, maupun menggunakan toilet yang sama.

Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis TBC dapat menular kepada orang lain. Salah satunya adalah TBC laten, yaitu kondisi ketika bakteri TBC berada di dalam tubuh, tetapi tidak menyebabkan penyakit aktif. Orang dengan TBC laten umumnya tidak mengalami gejala dan tidak dapat menularkan bakteri kepada orang lain.

TBC yang menyerang organ selain paru-paru, seperti kelenjar getah bening, tulang, atau selaput otak, umumnya tidak menular melalui udara. Namun, jika penderita juga mengalami TBC aktif pada paru-paru, penularan melalui udara tetap dapat terjadi.

Pada penderita TBC aktif yang menular, risiko penularan umumnya mulai menurun setelah sekitar 2 minggu menjalani pengobatan yang tepat dan teratur. Namun, hal ini bisa berbeda pada tiap penderita.

Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter untuk memastikan apakah penderita masih dapat menularkan bakteri atau tidak.

Cara Mencegah Penularan Penyakit TBC

Setelah mengetahui apakah penyakit TBC menular, penting untuk memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan. Upaya ini perlu dilakukan oleh penderita TBC aktif yang masih berisiko menularkan bakteri maupun orang di sekitarnya.

Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk mencegah penularan TBC:

  • Menggunakan masker sesuai anjuran tenaga kesehatan, terutama bagi penderita yang masih berisiko menularkan bakteri dan orang yang berada di sekitarnya
  • Memastikan sirkulasi udara di rumah baik dengan membuka jendela dan pintu jika memungkinkan agar udara segar dapat masuk dan udara di dalam ruangan berganti
  • Menerapkan etika batuk dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin
  • Menjalani pengobatan TBC hingga tuntas sesuai petunjuk dokter untuk membantu menyembuhkan penyakit dan mengurangi risiko penularan
  • Memeriksakan diri setelah kontak erat dengan penderita TBC aktif, terutama jika tinggal serumah atau mengalami gejala yang mengarah ke TBC

Memahami cara penularan TBC membantu Anda melindungi orang di sekitar tanpa perlu mengucilkan penderita. Jika ada anggota keluarga yang terdiagnosis TBC, orang yang tinggal serumah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai perlunya pemeriksaan. Dukungan keluarga juga penting agar penderita dapat menjalani pengobatan hingga tuntas.

Jadi, apakah penyakit TBC menular? Ya, terutama jika TBC aktif menyerang paru-paru atau saluran napas. Jika Anda mengalami batuk selama 2 minggu atau lebih, terutama disertai demam berkepanjangan, keringat malam, batuk berdarah, nyeri dada, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, segera periksakan diri ke dokter.