Forum tersebut turut menghadirkan Guru Besar Universitas Padjadjaran Prof. Susi Dwi Harijanti, pakar hukum tata negara Feri Amsari, pengamat politik Hendri Satrio, serta perwakilan mahasiswa.
Mahfud menjelaskan bahwa meski ada beberapa sektor yang menunjukkan perkembangan, capaian secara keseluruhan masih jauh dari ekspektasi publik. Nilai 4 tersebut diperoleh setelah merata-ratakan penilaian dari seluruh pakar yang hadir dalam diskusi.
Menggunakan analogi standar akademik perguruan tinggi, Mahfud menegaskan bahwa nilai tersebut berada di bawah batas minimum indikator keberhasilan.
“Kalau dirata-ratakan dari semua penilai, ini kira-kira cuma empat nilainya. Artinya ini belum lulus. Kalau orang kuliah kan belum lulus, minimal 5,75 baru dapat C atau enam,” ujar Mahfud.
Lebih lanjut, mantan Cawapres 2024 itu menekankan bahwa skor rendah tersebut mengindikasikan masalah mendasar dalam tata kelola kebijakan yang tidak dapat ditutupi dengan strategi komunikasi publik atau pencitraan instan.
Menurut Mahfud, pemerintah ibarat mahasiswa yang tidak lulus ujian, sehingga wajib melakukan perbaikan menyeluruh dari dasar ketimbang memoles citra.
“Ini baru empat koma sekian. Enggak bisa didongkrak, harus ngulang ujiannya dulu,” tegasnya.







