Washington,REDAKSI17.COM – Harga minyak mentah dunia bergerak stabil pada perdagangan Rabu (21/10) setelah mengalami fluktuasi tajam pada sesi sebelumnya. Para investor dan pelaku pasar kini terus mencermati berbagai laporan mengenai perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Sebagaimana dilaporkan Trading Economics pada Rabu (21/10), harga minyak mentah West Texas Intermediate bertahan di sekitar USD98 per barel, sementara minyak mentah jenis Brent berada di dekat USD109 per barel. Pergerakan harga ini terjadi setelah adanya penolakan atas kabar bahwa kesepakatan diplomatik AS-Iran akan segera tercapai.
“Upaya untuk mengakhiri konflik masih terus berlangsung,” ujar seorang diplomat yang terlibat dalam diskusi tersebut, guna membantah laporan mengenai kesepakatan cepat antara kedua negara.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak lebih dari 10 persen pada bulan ini akibat meningkatnya risiko pasokan global. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permusuhan yang melibatkan Arab Saudi dan pasukan Houthi yang didukung Iran, serta ketegangan antara Rusia dan Ukraina.
Ancaman terhadap pasokan minyak juga terlihat dari serangan terhadap sedikitnya 18 kapal di Selat Hormuz selama dua minggu terakhir. Kendati dibayangi berbagai risiko geopolitik tersebut, aliran pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah saat ini dilaporkan telah pulih hingga sekitar 80 persen dari tingkat sebelum perang.
Fluktuasi harga energi global ini berpotensi memengaruhi beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia dan berdampak langsung pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan laju inflasi domestik.(*)








