Sleman,REDAKSI17.COM – Penampilan Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) menjadi Puncak Peringatan Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (PBBNKT) 2026. Konser musik klasik yang berpadu dengan alunan seni tradisional gamelan ini mampu memukau ribuan mata penonton yang menikmatinya secara gratis.
YRO tampil pada Sabtu (24/10) malam dalam rangkaian Karang Taruna Fest 2026 di Alun-Alun Denggung, Sleman. Lagu Jawa berjudul Jenang Gulo mengawali performa grup orkestra milik Keraton Yogyakarta ini.
Selanjutnya, musikan yang dibentuk pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII ini membawakan beberapa lagu lain. Mulai dari Ibu Pertiwi karya Kamsidi Samsuddin, Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki, Berkibarlah Benderaku karangan Ibu Soed, dan lagu pengantar tidur Lelo Ledung ciptaan Maestro Keroncong kebanggaan Indonesia, Markasan.
Tak hanya lagu kebangsaan, YRO pun mempersembahkan beberapa lagu daerah, seperti Lir Ilir. Dan secara medley, empat lagu daerah timur Indonesia, yakni Buka Pintu, Ayo Mama, Anak Kambing Saya, dan Apuse, dibawakan dengan gaya Neo-Romantika.
Neo-Romantika sendiri merupakan gaya memainkan komposisi musik dengan menghidupkan kembali ekspresi emosional yang dramatis. Tempo musik yang disajikan pun cepat, lambat, dan kembali cepat, yang mampu menghipnotis penonton hingga hanyut dalam setiap nada yang dimainkan.
Penampilan YRO semakin meriah dengan kolaborasi bersama penyanyi Rio Febrian. Juara Asia Bagus 1999 ini muncul membawakan lagu Berkibarlah Bendera Negeriku ciptaan Gombloh. Selanjutnya, lagu karya Candra Darusman yang berjudul Pemuda turut mengalun indah.
Penampilan YRO dan Rio Febrian makin semarak dengan dibawakannya dua lagu andalan Rio, yakni Salahi Aku dan Bukan Untukku. Para penonton yang menikmati konser musik dengan lesehan inipun ikut bernyanyi bersama. Mengakhiri pertunjukan musik YRO, Rio menyanyikan lagu Tanah Airku ciptaan Ibu Soed.
Saat mengawali acara, Ketua Karang Taruna DIY, GKR Hayu mengatakan, acara malam ini adalah Puncak Peringatan Bulan Bakti Nasional Karang Taruna 2026. Gusti Hayu juga berterima kasih kepada Karang Taruna pusat yang telah mempercayai DIY sebagai tempat penyelenggaraan serangkaian acara Karang Taruna.
“Tema Bersatu, Bergerak, Berdampak benar-benar menjadi pengingat, karena sudah seharusnya pemuda menjadi bagian dan mengambil peran di tengah masyarakat. Karang Taruna harus ada di tengah dan harus bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dipaparkan Gusti Hayu, beragam kegiatan telah digelar dalam rangkaian PBBNKT 2026. Mulai dari Malam Awarding, Pekan Inovasi Nasional, Karang Taruna Berprestasi, hingga Karang Taruna Womens Forum.
“Sebagai satu-satunya Karang Taruna setingkat provinsi yang dipimpin perempuan, kami berharap peran para perempuan pada organisasi kepemudaan bisa lebih aktif dan di-support oleh keluarga dan komunitasnya. Dan semoga pada malam puncak ini, perpaduan musik dan semangat anak muda bisa memberikan kenangan indah bagi kita semua,” tutupnya.
Pada Puncak PBBNKT 2026 ini dilakukan pula doa bersama yang dipimpin enam pemuka agama. Doa bersama seluruh agama yang diakui di Indonesia ini menjadi ikhtiar spiritual untuk keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia.
HUMAS DIY







