Washington,REDAKSI17.COM Â – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan hak pilihnya di sela-sela tur kampanye politik. Dia memberikan suara 10 hari lebih awal dari jadwal Pemilu sela (midterm election) pada 3 November 2026.
Uniknya, Presiden ke-47 AS ini selalu mengejek pemilih yang memberikan hak suara mereka lebih awal (early voting) dan lewat pos. Trump menilai, pemberian suara lebih awal rawan kecurangan. Meski demikian, dia dikabarkan kerap memberikan hak suara pakai pos.
Dikutip dari USA Today, Minggu (25/10/2026), Trump memberikan suara bareng Ibu Negara Melania di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Mandel Recreation Center, Palm Beach County, Florida, Sabtu (24/10/2026).
Iring-iringan mobil kepresidenan sampai di TPS pukul 15:58 petang waktu setempat. Setelah memberikan suara, Trump mengenakan stiker “I voted” di bagian kiri kerah blazernya. Mereka tampak melemparkan senyum dan menanggapi beberapa pertanyaan wartawan. Ketika ditanya apakah dia memilih kandidat Partai Republik di seluruh surat suara, Trump menjawab, “Very much so,” yang berarti kurang lebih, “Tentu saja”.
Trump juga menyinggung sejumlah isu politik dan internasional. Termasuk perang Iran serta upaya gencatan senjata terkait konflik Rusia–Ukraina.
Melania juga turut berbicara mengenai harapannya agar gencatan senjata dapat terlaksana sesuai rencana.
Mereka meninggalkan lokasi pada pukul 16:36 waktu setempat. Trump menuju Georgia untuk melanjutkan tur kampanyenya. Melania tidak ikut.
Seorang wartawan yang tergabung dalam tim liputan bersama mengatakan, iring-iringan Trump itu kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump untuk naik Air Force One menuju Georgia.
Air Force One tiba di Pangkalan Angkatan Udara Robins pada pukul 17.56 waktu setempat.
Trump tidak menjadi kandidat dalam Pemilu sela. Namun, hasil Pemilu paruh waktu dapat memengaruhi komposisi Partai Republik yang mengusungnya di Kongres AS dan kemampuan pemerintahannya menjalankan agenda politik.
Menjelang Pemilu sela 3 November 2026, Trump telah berkeliling ke berbagai wilayah AS untuk menggalang dukungan bagi kandidat dari Partai Republik, yang kini menghadapi tantangan politik akibat rendahnya tingkat kepuasan publik.
Trump mendesak para pendukungnya berpura-pura bahwa namanya ada dalam surat suara Pemilu sela. Hal ini diharapkan dapat memobilisasi pemilih yang mungkin sebaliknya, memilih tidak berpartisipasi dalam Pemilu sela.
Dilansir NBC, lebih dari 26,7 juta orang di seluruh AS telah memanfaatkan early voting. Baik secara langsung maupun melalui pos.
Dalam Pemilu sela itu, warga AS akan menentukan komposisi baru Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan nasib 35 kursi Senat. Saat ini, Partai Republik memegang mayoritas tipis di Kongres AS.
DAY








