Beranda / Nasional Dan Internasional / Obama ‘Ledek’ Trump Soal Iran: Setelah Tujuh Bulan Berlalu, Bagaimana Kondisi Perang Sekarang?

Obama ‘Ledek’ Trump Soal Iran: Setelah Tujuh Bulan Berlalu, Bagaimana Kondisi Perang Sekarang?

Mantan Presiden AS Barack Obama berpidato di sebuah rapat umum di Philadelphia, Pennsylvania, AS, 05 November 2022. Pemilihan paruh waktu AS diadakan setiap empat tahun pada titik tengah setiap masa jabatan presiden dan tahun ini mencakup pemilihan untuk semua 435 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, 35 dari 100 kursi di Senat dan 36 dari 50 gubernur negara bagian serta banyak kursi lokal dan masalah pemungutan suara lainnya.

OHIO,REDAKSI17.COM — Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama melontarkan kritik pedas terhadap presiden petahana Donald Trump terkait perang dengan Iran. Obama meremehkan strategi diplomasi politikus Partai Republik tersebut yang dinilainya tidak matang.

“Mereka ini bukan orang-orang yang serius. Sama sekali tidak serius. Dan masalah utamanya, rakyat yang pada akhirnya harus membayar mahal akibat ketidakseriusan mereka,” kata Obama saat berkampanye untuk politikus Partai Demokrat di Ohio, Sabtu(24/10/2026) waktu setempat, seperti dikutip dari The Independet.

Amerika Serikat bersama Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Saat itu, Trump mengklaim bahwa warga AS berada dalam ancaman bahaya terkait ambisi nuklir negara di Timur Tengah tersebut.

Namun, Obama menegaskan bahwa persoalan nuklir Iran sebenarnya telah diselesaikan pada masa pemerintahannya — sampai akhirnya Trump membatalkan kesepakatan tersebut.

“Mari kita cermati perang Iran ini. Alasan awalnya adalah kita masuk ke sana dan memaksa mereka menghentikan program nuklir serta melepaskan senjata nuklir mereka,” ujar Obama. “Kenyataannya, Iran saat itu tidak memiliki senjata nuklir karena saya telah membuat kesepakatan yang diakui semua pihak — mencegah mereka mendapatkan nuklir. Dan saya tidak perlu meluncurkan satu rudal pun untuk melakukannya; saya hanya perlu melakukan diplomasi.”

Obama merujuk pada Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang umumnya dikenal sebagai Kesepakatan Nuklir Iran. Kesepakatan tersebut ditandatangani Iran pada 2015, sebelum akhirnya Trump menarik AS keluar dari perjanjian itu pada periode pertamanya bertugas di Gedung Putih.

Perjanjian tersebut membatasi program nuklir Iran guna memastikan pemanfaatan bahan nuklir hanya untuk tujuan damai,dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

Namun, saat menarik diri dari perjanjian pada 2018, Trump berdalih bahwa kesepakatan itu “tetap membiarkan Iran memperkaya uranium dan secara bertahap mencapai ambang batas pembuatan senjata nuklir.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *