Beranda / Politik / Gibranisti Klaim Polemik Ijazah Gibran Sasar Presiden: Pak Prabowo juga Tak Punya Ijazah SMA

Gibranisti Klaim Polemik Ijazah Gibran Sasar Presiden: Pak Prabowo juga Tak Punya Ijazah SMA

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Anggota Dewan Pembina Gibranisti, Ade Darmawan mengeklaim kontroversi ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming sebenarnya menargetkan Presiden Prabowo Subianto.

Alasannya, Ade mengatakan sang presiden juga memiliki latar belakang pendidikan luar negeri seperti Gibran. Sehingga, pihaknya menduga tuntutan pemakzulan dengan alasan pendidikan juga diarahkan ke Prabowo.

“Kita nggak bicara ijazah luar negeri, certificate luar negeri. Sama-sama enggak memiliki itu (ijazah SMA) karena memang pendidikannya di luar negeri,” kata Ade Darmawan dalam progam “Kompas Petang” KompasTV, Minggu (1/11/2026).

“Kalau Pak Prabowo justru SD, SMP-nya enggak di luar negeri. Kita kan melihat begini, logika daripada suatu peristiwa, kok wapresnya saja (yang dipermasalahkan), padahal kalau berbicara ijazah SMA, itu juga Pak Prabowo juga tidak memiliki itu.”

Meskipun demikian, Ade Darmawan mengaku yakin DPR RI tidak akan menindaklanjuti seruan pemakzulan Gibran usai Mahkamah Agung (MA) membatalkan keabsahan surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA anak Joko Widodo tersebut.

Ade menilai pembatalan suket Gibran sebatas masalah “administrasi.” Sehingga, pembatalan tersebut diangapnya tidak memenuhi syarat pemakzulan.

Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan permasalahan ijazah dan seruan pemakzulan Gibran sama sekali tidak berhubungan dengan Prabowo.

Politikus Partai Golkar itu pun meminta para pihak tidak membawa-bawa Prabowo dalam kontroversi ijazah Gibran.

“Kalau kemudian ada yang membawa-bawa ini ke Pak Prabowo, ya menurut saya enggak benar,” kata Doli.

“Kan kami juga belum mau ngapa-ngapain, kok, sudah kemudian mau dibawa ke Pak Prabowo. Jadi masalahnya yang satu belum selesai, mau memunculkan masalah baru.”

Doli menambahkan, DPR RI saat ini masih mempelajari putusan MA. Doli pun berharap pimpinan partai politik akan menggelar pertemuan untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *