Onok Yayang Pamungkas
Penelitian ini berupaya mengungkap dan memberikan argumentasi kritis makna magisdalam Mantra Kidung Jawa (selanjutnya disebut MKJ). Fokus investigasi adalah bentuk dan motif pengarang terhadap tujuan penciptaan mantra. Berbagai model teks dianggapsebagai strategi untuk tujuan magis. Metode kualitatif hermeneutik dan analisis inidigunakan sebagai pedoman penelitian. Objek penelitian adalah kumpulan teks MKJdalam buku Serat Kidungan yang diterbitkan oleh penerbit Maha-Dewa, NgajogjakartaHadiningrat, 1957.
Data penelitian ini berupa teks yang secara implisit mengandungmakna magis. Penelitian menunjukkan bahwa betapa di masa lalu, kekuatan magismantra masih diyakini memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat Jawa. Adakorelasi ‘interaksi’ antara sastra dan mantra. Isi teks MKJ bersifat nostalgia yang berulangkali menyampaikan dan mengingatkan pada tokoh-tokoh mitologis, yang seringkalimisterius. MKJ memiliki relasi dengan berbagai agama, baik Hindu maupun Islam.
Ini membuktikan bahwa, selalu ada kemungkinan terjadi kreativitas ketika tradisi berdampingan dengan agama yang berlangsung dalam rentang waktu yang panjang.Kenyataan ini merupakan sinyal untuk membenarkan dua hal penting: pertama, mistikusJawa mencari solusi atas permasalahan dunia melalui nyanyian-nyanyian langit; kedua,kekuatan teks mantra terletak pada keyakinan atas energi supranatural yang berasal dariimaji magis alam, tokoh mitologi, dan Tuhan.
Implikasi penting penelitian ini adalah bahwa MKJ dapat berkontribusi pada studi transdisipliner di area kesehatan di balik teksmistik. Warisan leluhur Jawa melalui mantra diharapkan dapat berpartisipasi untuk menyelesaikan masalah kehidupan, termasuk krisis kesehatan global akibat Covid-19.
Keywords: Mantra Kidung Jawa, Magis, Mistik, Covid-19, Tembang Macapat Introduction








