JAKARTA,REDAKSI17.COM – Himpunan Wanita Karya (HWK) menggelar Musyawarah Nasional (Munas)
ke-10 pada 3–4 November 2026 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan. Mengusung tema “Konsolidasi HWK dalam Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Digital”, forum ini menjadi momentum bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi sekaligus merumuskan langkah strategis dalam menghadapi tantangan zaman.
Pembukaan Munas X HWK dihadiri Ketua Umum DPP HWK, Dany Soedarsono; Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji; Ketua Panitia Pelaksana Munas X HWK yang juga Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah; serta jajaran pengurus dan peserta dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Dany Soedarsono menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* (AI) telah menghadirkan tantangan baru bagi perempuan. Persoalan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan tekanan ekonomi dan kesenjangan sosial, tetapi juga berbagai bentuk perilaku negatif di ruang digital yang dapat merendahkan martabat perempuan.
“Krisis tersebut semakin menguat seiring meluasnya penggunaan media sosial yang menjadi ajang civility wars, yaitu pertarungan dalam ruang interaksi sosial yang kerap diwarnai perilaku yang tidak beradab, saling menghina, saling mencela, dan kemampuan memanfaatkan piranti perangkat digital serta muatan pesan seksual yang merendahkan martabat perempuan,” kata Dany dalam sambutannya di Munas X HWK, Jakarta, Selasa (3/11/26).
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi turut memengaruhi cara masyarakat memperoleh dan memahami informasi. Kemudahan mengakses pengetahuan melalui digitalisasi dan AI membuat informasi dapat diperoleh secara cepat, tetapi kedalaman pemahaman tetap bergantung pada kemampuan pengguna dalam mengolahnya.
Menurut Dany, kondisi tersebut menuntut HWK untuk berkontribusi dalam meningkatkan wawasan masyarakat. Organisasi perempuan, katanya, perlu memastikan kemajuan teknologi berjalan seiring dengan penguatan nilai kebangsaan, etika, dan moralitas.
“HWK berpandangan pentingnya melakukan konsolidasi wawasan, konsolidasi organisasi, dan juga program guna pencapaian visi dan misi kelembagaan,” ujarnya.
Selain menghadapi tantangan digital, Dany menekankan perlunya memperkuat kedudukan dan kontribusi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk sosial, ekonomi, dan politik.
Ia berpandangan bahwa perempuan harus mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan, kompetensi, dan gagasan. Penilaian terhadap perempuan tidak semestinya hanya didasarkan pada penampilan fisik, tetapi juga pada kapasitas serta kontribusi pemikirannya bagi masyarakat.
Dany menilai penguatan peran perempuan semakin penting ketika masyarakat menghadapi krisis kepercayaan yang dapat berkembang menjadi persoalan kepemimpinan hingga krisis peradaban.
“Pada titik inilah peranan perempuan merupakan keniscayaan,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta HWK tidak terjebak dalam pola kerja organisasi yang berjalan secara rutin tanpa terobosan atau *business as usual*. Organisasi harus mampu membaca perubahan, menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan, serta menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Saya menegaskan keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh persoalan kemasan, tapi bagaimana kita melaksanakan amanah masyarakat dengan baik, benar, berani, bertanggung jawab, dan jujur,” ungkapnya.
Munas Diikuti Perwakilan 30 Provinsi
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Munas X HWK, Intan Nurul Hikmah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti hampir 200 peserta yang hadir secara langsung Mereka merupakan perwakilan dari 30 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat provinsi.
Selain peserta yang hadir di lokasi, perwakilan dari sejumlah provinsi lainnya mengikuti kegiatan melalui konferensi daring menggunakan Zoom. Skema ini memungkinkan partisipasi organisasi dari berbagai daerah tetap terakomodasi dalam pelaksanaan Munas.
Intan menjelaskan, seluruh rangkaian persidangan berlangsung selama dua hari, yakni 3–4 November 2026. Salah satu agenda utama adalah sidang paripurna yang membahas berbagai materi organisasi berdasarkan tata tertib dan mekanisme persidangan yang telah ditentukan.
“Munas ke-10 merupakan momentum strategis bagi Himpunan Wanita Karya untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta merumuskan arah dan langkah organisasi ke depan agar semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” kata Intan.
Ia berharap seluruh agenda Munas dapat berjalan dengan tertib dan demokratis, serta menghasilkan keputusan yang produktif dan strategis bagi keberlanjutan organisasi.
Intan juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran pimpinan Partai Golkar, anggota DPR RI, DPRD Provinsi DKI Jakarta, DPRD Kabupaten Tangerang, serta seluruh organisasi dan tamu undangan yang telah hadir dalam pembukaan Munas X HWK.
Melalui penyelenggaraan Munas ke-10 ini, HWK diharapkan mampu memperkuat soliditas internal, menyelaraskan program kerja, serta meningkatkan kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial dan politik. Konsolidasi organisasi juga menjadi bekal penting agar HWK semakin responsif terhadap perkembangan teknologi dan berbagai tantangan yang dihadapi perempuan di era digital.





