GONDOKUSUMAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan tumpukan sampah di depo-depo habis sebelum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta terus melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah di depo-depo. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan beberapa dinas terkait memantau langsung pembersihan dan pengangkutan sampah di beberapa depo, pada Rabu (12/10/2025).

Pemantauan pembersihan dan pengangkutan sampah dilakukan di depo Mandala Krida, Langensari, Kotabaru dan Tompeyan. Alat berat diterjunkan untuk mengambil tumpukan sampah di beberapa depo tersebut. Sejumlah truk juga disiagakan untuk mengangkut sampah dari depo dan dibawa ke TPST Piyungan. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga mengingatkan dan mengarahkan petugas depo.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memantau pembersihan dan pengangkutan tumpukan sampah di depo Mandala Krida.

“Kita berusaha untuk supaya sampah yang banyak ini bisa habis sebelum Natal dan Tahun Baru,” kata Hasto ditemui saat memantau pembersihan sampah di depo Kotabaru.

Menurutnya dari beberapa depo yang dipantau kondisi sampah masih melebihi kapasitas. Misalnya Mandala Krida, Kotabaru, Tompeyan. Prioritas pembersihan sampah dilakukan di depo Kotabaru dan Mandala Krida akan dihabiskan. Hasto akan melihat hasil pembersihan selama dua hari ini 10 dan 11 Desember 2025.

“Sebenarnya target saya ini tanggal sepuluh ini habis. Saya ini cek betul, saya tungguin. Mudah-mudahan hari ini paling nggak separuh lebih lah. Jadi besok sudah selesai,” tegasnya.

Hasto bersama jajaran DLH Kota Yogyakarta dan Bappeda Kota Yogyakarta memantau kondisi depo sampah di Langensari.

Hasto akan memanfaatkan secara maksimal kuota ke Piyungan yang diberikan Pemda DIY untuk membawa sampah dari depo-depo di kota Yogyakarta. Terutama agar depo-depo bersih dari sampah sebelum Nataru. Pihaknya juga akan menutup depo di Kotabaru setelah pembersihan tumpukan sampah. Mengingat lokasi depo yang berada di selatan Kantor RRI Yogyakarta itu dekat dengan gereja.

“Saya akan berusaha untuk RRI (depo Kotabaru) ini karena tempatnya tidak tepat, akan kita tutup. Nah ini kita bersihkan dulu ya. Mohon doanya lah mudah-mudahan bisa selesai,” tambah Hasto.

Saat pemantauan pembersihan depo sampah di Kotabaru, Hasto mengecek isi beberapa kantong sampah. Hasto mengakui isi sampah masih tercampur antara organik dan organik. Oleh sebab itu gerakan memilah sampah harus terus digerakan. Tidak hanya dari rumah tapi juga tempat usaha juga harus memilah sampah sehingga hanya sampah residu yang dibawa penggerobak ke depo.

 Hasto mengecek isi beberapa kantong sampah di depo Kotabaru.

“Saya kira memang gerakan untuk memilah ini harus terus dilakukan. Dari waktu ke waktu kita harus kontrol. Gerakan memilah itu jauh lebih berat daripada sekadar menghabiskan. Memilah kan hubungannya dengan perilaku. Rekonstruksi sosial dan merubah perilaku harus kita gerakkan terus-menerus,” papar Hasto.

Sementara itu Kepala DLH Kota Yogyakarta Rajwan Taufik mengatakan dalam pembersihan dan pengangkutan sampah di depo-depo pada Rabu (10/12/2025) mengerahkan 40 armada truk DLH. Setiap truk mengangkut sebanyak dua kali atau dua rit, sehingga minimal ada sekitar 80 rit sampah dari depo akan terangkut atau jalan. Diharapkan nanti sesuai target Pemkot Yogyakarta bisa memaksimalkan pengangkutan sampah dari depo sekitar 100 rit truk.

“Jadi prioritas yang pertama Mandala, karena memang itu depo yang paling banyak sampahnya. Insya Allah hari ini bisa selesai. Kemudian yang kedua RRI (Kotabaru) karena berdekatan dengan aktivitas keagamaan, sehingga itu kita prioritaskan. Kemudian (depo) yang lain kita ambil secara parsial. Nanti kita optimalkan yang lain dimulai hari Senin minggu depan,” terang Rajwan.

Dia menyebut dari provinsi secara reguler memberikan kuota sampah ke Piyungan untuk Kota Yogyakarta dalam satu bulan ini sekitar 1.200 ton. Kemudian ada tambahan kuota sekitar 900 ton dalam rangka untuk pembersihan menghadapi Nataru. DLH Kota Yogyakarta juga sudah berkoordinasi dengan provinsi terkait penambahan waktu untuk membawa sampah ke Piyungan. “Jadi, kita maksimalkan, kita optimis nanti sebelum Natal dan Tahun Baru nanti semua depo sudah selesai,” tandasnya.