UMBULHARJO,REDAKSI17.COM— Suatu organisasi dituntut untuk mampu menerapkan akuntabilitas dalam sistem administrasi, sekaligus terus membangun transparansi dan komunikasi yang baik antaranggota demi mewujudkan organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta selaku Pembina Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PASI Kota Yogyakarta Periode 2025–2029 yang berlangsung di Kantor KONI Kota Yogyakarta, Sabtu (13/12).
Wawan menegaskan bahwa pengelolaan organisasi olahraga saat ini harus berbasis data yang akurat dan terintegrasi. Menurutnya, penguatan big data menjadi kunci dalam proses kaderisasi atlet, pemantauan perkembangan atlet, hingga evaluasi prestasi secara berkelanjutan.
“Dalam organisasi, yang pertama harus dibangun adalah data atau big data yang lengkap. Dari situ kita bisa memantau kaderisasi, perkembangan atlet, apakah ada peningkatan prestasi atau stagnan. Semua sekarang sudah berbasis komputerisasi dan harus transparan,” ujarnya.
Ia juga berharap kepengurusan PASI Kota Yogyakarta periode ini dapat menjadi percontohan dalam tata kelola organisasi yang bersih dan profesional, termasuk dalam hal administrasi dan audit keuangan.
Selain itu, kolaborasi dan sinergi dengan KONI DIY serta pusat pelatihan atlet diharapkan mampu meningkatkan prestasi atlet Kota Yogyakarta, baik di tingkat daerah maupun Nasional.

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PASI Kota Yogyakarta Periode 2025–2029 yang berlangsung di Kantor KONI Kota Yogyakarta, Sabtu (13/12).

“Fase kita sekarang adalah sinergi dan kolaborasi. Dengan tata kelola yang jelas dan berbasis data, saya yakin Kota Yogyakarta bisa berprestasi di PORDA bahkan menembus seleksi PON di NTB,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengda PASI DIY, Bambang Dewanjaya menyampaikan, potensi atletik di daerah cukup besar, khususnya dari kalangan pelajar tingkat SD dan SMP. Pihaknya berkomitmen untuk aktif melakukan pembinaan sejak dini melalui kerja sama dengan sekolah, guru olahraga, serta pihak terkait lainnya.
“Kami melihat banyak bibit potensial. Atlet PORDA saat ini juga sudah siap dan bersemangat. Pembinaan harus aktif dan berkelanjutan agar potensi tersebut bisa dikembangkan secara maksimal,” katanya.
Bambang menambahkan, nomor lempar cakram, baik putra maupun putri, memiliki peluang besar untuk menyumbangkan medali. Dengan pembinaan yang tepat, peluang prestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional dinilai terbuka lebar.
Selanjutnya, Ketua PASI Kota Yogyakarta periode 2025–2029, Fajar Kurniawan, berharap adanya dukungan fasilitas latihan yang memadai, khususnya lintasan atletik yang sesuai standar. Dimana, selama ini para atlet masih harus berpindah-pindah lokasi latihan karena keterbatasan sarana.

Wawan Harmawan saat memberikan ucapan selamat secara langsung kepada anggota PASI Kota Yogyakarta yang telah dilantik.

“Kami berharap dalam program revitalisasi lapangan ke depan, ada lintasan atau jogging track khusus yang bisa digunakan atlet untuk latihan. Atlet membutuhkan track khusus sesuai menu latihan, bukan di jalan umum,” ujarnya.
Fajar juga mengajak seluruh pengurus, baik yang lama maupun baru, untuk berkolaborasi dan bekerja bersama demi meningkatkan prestasi PASI Kota Yogyakarta. Ia menargetkan peningkatan prestasi pada PORDA 2027 dan berharap dapat membawa PASI Kota Yogyakarta meraih hasil terbaik.
“Target kami prestasi meningkat, syukur bisa menjadi juara umum. Jika tidak mampu membawa prestasi lebih baik, tentu itu menjadi evaluasi bagi saya sebagai ketua,” imbuhnya.