Home / Daerah / Gubernur DIY: Hari Ibu Cermin Keberpihakan dan Keadilan Bagi Perempuan

Gubernur DIY: Hari Ibu Cermin Keberpihakan dan Keadilan Bagi Perempuan

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Peringatan Hari Ibu merupakan momentum penting untuk menilai sejauh mana sebuah masyarakat dan negara menghadirkan keadilan serta keberpihakan kepada perempuan dan ibu. Demikian disampaikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Puncak Acara Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang digelar di Yogyakarta, Rabu (18/12).
“Berbicara tentang ibu, berarti berbicara tentang kualitas peradaban. Tentang bagaimana sebuah masyarakat menghargai kerja-kerja yang sering tidak terlihat, tetapi menentukan segalanya. Tentang bagaimana negara tidak hanya mengagungkan pengorbanan, tetapi menghadirkan keadilan,” ungkap Sri Sultan.
Menurut Sri Sultan, dinamika kehidupan modern menempatkan ibu pada peran yang semakin kompleks. Di satu sisi, ibu hadir dalam berbagai ruang kehidupan, namun di sisi lain masih menghadapi beragam keterbatasan.
“Namun, kita juga harus jujur mengakui, bahwa masih banyak ibu yang menghadapi keterbatasan: dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, serta kesempatan ekonomi dan partisipasi yang setara,” tutur Sri Sultan.
Gubernur DIY menegaskan bahwa makna Hari Ibu tidak terletak pada simbol dan seremoni, melainkan pada tanggung jawab nyata yang harus diwujudkan melalui kebijakan dan sistem yang adil. “Cinta dan penghormatan tidak cukup diwujudkan dalam simbol, tetapi harus hadir dalam kebijakan yang adil, sistem yang berpihak, dan lingkungan yang memungkinkan perempuan dan ibu bertumbuh tanpa harus mengorbankan dirinya sendiri,” tegas Sultan.
Sri Sultan juga menekankan bahwa komitmen pemerintah perlu diwujudkan secara konkret melalui layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas, perlindungan dari kekerasan berbasis gender, serta perluasan akses pendidikan, ekonomi, dan partisipasi. “Meski demikian, tanggung jawab itu tidak boleh hanya berada di pundak pemerintah. Ini adalah kerja bersama, dimulai di rumah, di tempat kerja, di sekolah, hingga di ruang publik,” tambah Sri Sultan.
Pada puncak peringatan Hari Ibu ini, Sri Sultan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan penghormatan kepada ibu sebagai tekad kolektif dalam membangun kehidupan yang lebih setara dan berkeadaban. “Mari maknai penghormatan bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai tekad. Tekad untuk membangun masyarakat yang lebih setara, lebih manusiawi, dan lebih berkeadaban,” pungkas Sultan.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Hari Ibu ke-97 Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2025, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, menyampaikan bahwa Peringatan Hari Ibu menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran strategis perempuan dan ibu dalam kehidupan keluarga, masyarakat, hingga pembangunan bangsa. “Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan, apresiasi dan penguatan peran strategis perempuan,” ujar GKR Hemas.
GKR Hemas menjelaskan bahwa peringatan ini juga dimaknai sebagai upaya meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan, keteladanan, serta kontribusi nyata perempuan di berbagai bidang kehidupan. Dengan tema “Srawung Wanodya: Tresna Ibu, Cahya Budaya” yang diangkat pada tahun ini menggambarkan ruang kebersamaan lintas generasi dan organisasi perempuan. “Merangkai cinta ibu menjaga warisan bangsa, yang menggambarkan ruang kebersamaan antara perempuan lintas generasi dan organisasi,” tambah GKR Hemas.
Lebih lanjut disampaikan bahwa rangkaian Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta telah dilaksanakan sejak 14 November-18 Desember 2025, melalui berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan penguatan kapasitas perempuan. “Yaitu meliputi kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial, sarasehan dan dialog penguatan kapasitas dan peran perempuan, serta berbagai perlombaan edukatif dan kreatif,” jelas GKR Hemas.
GKR Hemas pun menegaskan bahwa puncak peringatan Hari Ibu ini diselenggarakan dengan sejumlah tujuan strategis, antara lain penguatan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan perempuan. “Untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, menguatkan semangat persatuan dan kebersamaan antar organisasi perempuan, memberdayakan perempuan melalui literasi keuangan dan edukasi, serta menegaskan kembali peran Ibu sebagai pilar ketahanan keluarga dan bangsa,” tegasnya.
Dalam acara tersebut turut ditampilkan berbagai penampilan, salah satunya dari Vocalista Angels Choir yang membawakan lagu Bunda dari Potret, serta lagu daerah Cublak-Cublak Suweng. Selain itu, turut diserahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba yang menjadi rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-97 tahun 2025 di DIY.
HUMAS PEMDA DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *