Wirobrajan,REDAKSI17.COM – Mengawali liburan sekolah, Forum Anak Kemantren Wirobrajan (FA WIRAMA) menggelar aksi kampanye bertajuk “PAGAR DIRI: Keren Itu Berani Jaga Diri & Punya Prinsip, Bukan Ikut Arus” di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Wirobraja, Sabtu (20/12).
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian anak-anak terhadap kondisi pergaulan remaja di lingkungan sekitar. Kampanye yang menghadirkan penuh kasih dan kebahagiaan melibatkan pelajar SD, SMP dan SMA serta remaja di wilayah Kemantren Wirobrajan. Melalui aksi ini, FA Wirama mengajak teman sebaya untuk lebih waspada terhadap risiko pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta penggunaan media sosial yang tidak sehat, termasuk praktik grooming yang rawan terjadi selama liburan sekolah.
Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua Forum Anak Wirama, Ayra Finsha Mahadevi. Ia juga menyeburkan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi liburan sekolah yang membuat waktu anak-anak lebih fleksibel, sementara pengawasan orang tua tidak selalu optimal.
“Liburan itu waktunya anak-anak fleksibel. Kadang orang tuanya kerja, ada juga yang di luar kota, jadi pengawasannya kurang. Nah, kami menggelar kampanye ini supaya anak-anak bisa membatasi diri, tidak ikut arus terbawa teman-temannya,” ujarnya.
Ayra menjelaskan isu yang diangkat dalam kampanye “Pagar Diri” bersumber dari kondisi nyata di sekitar wilayah Kemantren Wirobrajan, meliputi Kelurahan Pakuncen, Wirobrajan, dan Patangpuluhan. Beberapa persoalan yang masih ditemui antara lain putus sekolah, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras, hingga pernikahan usia anak.
“Kami mengambil isu dari sekitar kami sendiri. Ada yang cerita soal diskriminasi sampai putus sekolah, ada juga kasus obat-obatan terlarang, minuman keras, dan nikah dini. Itu yang membuat kami merasa perlu bersuara,” jelasnya.

Orasi dengan membagikan kipas
Aksi kampanye dilakukan melalui orasi di pinggir jalan dengan membagikan kipas berisi pesan edukatif kepada masyarakat. Lima isu utama yang disuarakan yakni stop nikah dini, ayo lanjutkan sekolah, menjunjung tinggi hak-hak anak, hentikan pergaulan bebas, serta jangan merokok dan memakai obat-obatan terlarang.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP2AP3KB Kota Yogyakarta, Edy Wijayanti, mengapresiasi keberanian anak-anak FA Wirama yang berani menyuarakan aspirasi mereka di ruang publik. Menurutnya, partisipasi anak merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak anak.
“Kami apresiasi. kita memberi ruang pada mereka untuk berpartisipasi dan menyuarakan suara anak. Yang penting, kita yang lebih dewasa tetap mendampingi, menjaga kondusivitas agar tetap tertib dan aman,” jelas Edy.
Ia menegaskan dalam setiap kegiatan yang bersinggungan dengan anak, baik oleh masyarakat maupun pemerintah, partisipasi anak perlu dilibatkan. Hal ini sejalan dengan prinsip pemenuhan empat hak anak, yaitu hak hidup, hak perlindungan, hak tumbuh kembang, dan hak partisipasi.
“Anak itu bukan manusia dewasa mini. Dunia dan pola pikirnya berbeda. Kadang apa yang kita anggap penting belum tentu sama dengan yang dirasakan anak,” tambahnya.

Kebersamaan Forum Anak Kemantren Wirobrajan
Mantri Pamong Praja Kemantren Wirobrajan, Sarwanto, turut menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif FA Wirama. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah positif dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak-anak serta remaja.
“Kami di Kemantren Wirobrajan tentu sangat menyambut baik kegiatan Forum Anak Kemantren Wirobrajan atau Wirama ini. Inisiasi adik-adik ini perlu kita dukung, apalagi temanya cukup menarik, yakni stop pergaulan bebas,” ujarnya.
Menurut Sarwanto, kampanye ini tidak hanya menjadi ajakan moral, tetapi juga sarana untuk membuka ruang aman bagi anak dan remaja untuk berdiskusi serta memperoleh informasi yang benar.
“Kita ingin membuat ruang yang aman agar anak-anak tidak malu bertanya, termasuk terkait kesehatan reproduksi remaja, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan mendapatkan informasi yang akurat dari ahlinya,” tambahnya.
Ia berharap FA Wirama dapat menjadi pionir sekaligus pelopor dan pelapor bagi persoalan anak di lingkungannya. Dengan dukungan lintas sektor, anak-anak di Kemantren Wirobrajan diharapkan dapat tumbuh sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan menjadi agen perubahan untuk menekan angka pergaulan bebas.


