Home / Daerah / Gunungkidul Luncurkan Rebranding The Vibes of Paradise pada Malam Refleksi Tahun Baru

Gunungkidul Luncurkan Rebranding The Vibes of Paradise pada Malam Refleksi Tahun Baru

 

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memilih cara yang berbeda dan penuh makna dalam menyambut pergantian tahun. Berpusat di Pantai Sepanjang, Rabu malam, (31/12/2025) acara malam pergantian tahun ini diisi dengan peresmian infrastruktur jalan dan kios, aksi kemanusiaan, serta peluncuran wajah baru pariwisata Gunungkidul bertajuk “The Vibes of Paradise”.

Kegiatan diawali dengan peresmian sarana fisik berupa jalan dan kios di kawasan Pantai Sepanjang. Pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya strategis untuk meningkatkan keterhubungan akses ekonomi dan kenyamanan wisatawan.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa penataan ini bertujuan agar destinasi wisata lebih tertata, di mana per tanggal 7 nanti, area bibir pantai diharapkan sudah bersih dari kios dan pedagang telah direlokasi ke lapak yang lebih layak.

“Peresmian kios-kios yang tertata akan menjadi ruang tumbuh bagi UMKM dan pelaku wisata lokal agar dapat berkembang secara lebih berkelanjutan,” ungkapnya dalam sambutan tersebut”

*”The Vibes of Paradise”: Rebranding Menuju Wisata Inklusif*

Momentum pergantian tahun ini juga menandai lahirnya identitas baru pariwisata daerah melalui “The Vibes of Paradise,”

“Branding ini merepresentasikan harmoni antara alam, budaya, dan kenyamanan yang ingin ditawarkan kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara” kata Bupati Endah.

Bupati berharap, langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan di era digital, di mana citra wisata sangat bergantung pada kenyamanan pengunjung.

“Pemerintah berkomitmen menghapuskan praktik pungutan liar atau biaya sewa yang tidak transparan yang dapat merusak reputasi daerah. dan Pantai Sepanjang akan dijadikan contoh wilayah pantai yang ramah wisatawan bagi destinasi lainnya di Gunungkidul.” ungkapnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, malam pergantian tahun kali ini dilaksanakan tanpa pesta kembang api.

“Keputusan ini diambil sesuai instruksi pusat sebagai bentuk empati dan rasa senasib sepenanggungan terhadap saudara-saudara di Sumatra, Aceh, dan wilayah lain yang sedang tertimpa bencana.” kata Bupati Endah.

Komitmen Pelestari, Selain pembangunan ekonomi, isu lingkungan menjadi sorotan utama. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen untuk menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah di sungai dan menjaga kawasan pantai tetap bersih.

Upaya reboisasi dan perbaikan saluran air menuju laut terus digalakkan untuk mencegah banjir dan kerusakan lingkungan di masa depan.

Malam refleksi ini ditutup dengan harapan agar tahun 2026 membawa kemajuan yang lebih baik melalui inovasi, kerja keras, dan gotong royong seluruh masyarakat Gunungkidul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *