UJUNG BULU,REDAKSI17.COM – Pengurus Partai Gerindra dan Partai Golkar di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan sepakat jika Pilkada digelar di DPRD.
Kedua partai tersebut mengaku akan mengikuti arahan dari pimpinan partai di pusat.
“Kalau Gerindra itu, kita tegak lurus dengan sikap DPP Partai Gerindra. Saya sebagai kader tentunya tegak lurus dan mendukung pernyataan Sekjen kami,” kata Ketua Partai Gerindra Bulukumba, Syahruni Haris saat dihubungi TribunBulukumba.com, Jumat (2/1/2026).
“Bapak Sugiono, menyampaikan sikap yang cenderung setuju dan mendukung wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD,” lanjutnya.
Ia menyebut dana hibah dari APBD untuk pelaksanaan Pilkada 2015 mencapai hampir Rp7 triliun.
Pada Pilkada 2024, anggaran Pilkada melonjak drastis melebihi Rp37 triliun.
Salah satu alasan itulah sehingga mendorong Pilkada diwakili anggota DPRD.
Hal sama dikemukakan Sekretaris Golkar Bulukumba, Arkam Bohari.
Ia mengatakan, Golkar Bulukumba tentu sebagai kader Golkar di daerah.
“Pasti kita tunduk kalau itu merupakan perjuangan dari Pengurus DPP pusat Golkar untuk diundangkan sebagai keputusan lembaga,” kata dia.
“Maka wajib hukumnya untuk kita mendukung dan mensukseskan agenda tersebut,” katanya.
Menurutnya, tentu punya alasan yang rasional untuk mengembalikan pemilukada lewat DPRD.
Pertimbangan Golkar adalah efisiensi dan mengurangi adanya potensi potensi konflik di tengah masyarakat.
Namun sikap Golkar dan Gerindra berbeda pendapat dengan PPP Bulukumba.
Mereka dengan terang menolak Pilkada diwakili oleh anggota DPRD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PILKADA-Ketua-Partai-Gerindra-Bulukumba-Syahruni-Haris-menyampaikanQ.jpg)



