Kerayon dan pensil warna adalah alat tulis yang tidak hanya digunakan untuk menggambar atau mewarnai, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang menarik.
Sejarahnya dimulai jauh sebelum ditemukan alat pewarna seperti saat ini. Kerayon pertama kali dikenal di Prancis pada abad ke-18, ketika seniman menggunakan batangan pigmen alami yang dicampur dengan lilin untuk menghasilkan warna.
Pada awalnya, bahan-bahan ini digunakan oleh para pelukis untuk melukis di permukaan kayu atau kulit.
Diksadur dari buku The History of the Colored Pencil, pada abad ke-19, kerayon mulai diproduksi secara massal. Perusahaan seperti Crayola, yang didirikan pada tahun 1903, menjadi salah satu produsen kerayon terbesar dan terkenal di dunia.
Crayola menciptakan berbagai jenis kerayon yang aman dan ramah lingkungan, serta menambah varian warna yang semakin beragam. Seiring berjalannya waktu, kerayon tidak hanya digunakan oleh seniman, tetapi juga oleh anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui gambar.
Sementara itu, pensil warna memiliki sejarah yang lebih panjang. Pensil warna pertama kali ditemukan pada abad ke-16 di Jerman.
Para penemu awalnya menggunakan campuran pigmen dengan bahan dasar minyak atau lilin, yang dipadukan dengan bahan pengikat. Pensil warna kemudian diproduksi dengan lebih efisien pada abad ke-18 dan mulai dipasarkan di Eropa dan Amerika.
Dalam perkembangan lebih lanjut, pensil warna mengalami berbagai inovasi seperti pensil warna dengan kualitas warna yang lebih tajam dan presisi yang tinggi.
Pada abad ke-20, pensil warna dan kerayon mulai banyak dipakai dalam pendidikan dan seni. Anak-anak menggunakan kerayon dan pensil warna sebagai sarana untuk belajar mengenal warna dan mengembangkan keterampilan motorik halus.
Banyak seniman juga menggunakan pensil warna sebagai alat utama untuk menghasilkan karya seni yang detail dan penuh warna, seperti ilustrasi buku atau karya seni kontemporer.
Kini, kerayon dan pensil warna telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Berbagai jenis produk dengan kualitas dan pilihan warna yang lebih banyak tersedia di pasar, mulai dari yang berbahan dasar lilin, minyak, hingga berbahan organik.
Dengan semakin berkembangnya teknologi, produsen juga terus berinovasi dalam menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan dan aman digunakan oleh semua kalangan usia.





