Home / Daerah / Kerukunan Tumbuh dari Masyarakat: HAB ke-80 Hadirkan Semangat Kebersamaan

Kerukunan Tumbuh dari Masyarakat: HAB ke-80 Hadirkan Semangat Kebersamaan

Kerukunan Tumbuh dari Masyarakat: HAB ke-80 Hadirkan Semangat Kebersamaan

Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia menjadi momentum nyata penguatan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulon Progo. Ini merupakan wujud kolaborasi strategis dalam membangun kerukunan serta menciptakan suasana kesejukan bagi umat beragama di wilayah Kulon Progo maupun Indonesia pada umumnya. Jalan sehat kerukunan dan senam ceria menjadi puncak peringatan acara diselenggarakan di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Kulon Progo (04/1/2026).

 

Kegiatan ini di hadiri oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., yang hadir didampingi Ibu Hj. Maya Suhasni Siregar, S.E. beserta Staf Khusus Menteri Agama Bidang Hubungan dan Kerjasama Kelembagaan, Gayatri Nasution, S.Si., Kakanwil Kemenag DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum., beserta Ibu. Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko, Perwakilan DPRD Kulon Progo dan jajaran Kantor Kemenag Kabupaten Kulon Progo, OPD terkait dan pelajar, tokoh agama, ASN, hingga komunitas warga.

 

Kebanggaan mendalam dirasakan oleh Wakil Menteri Agama RI, Romo H. R. Muhammad Syafi’i, atas sambutan masyarakat Kulon Progo yang hangat dan ramah.

 

“Saya sangat bersyukur dapat hadir di Kulon Progo. Sambutan masyarakat di sini luar biasa hangat. Saya memang ingin merayakan Hari Amal Bakti ke-80 di Yogyakarta, karena ada ikatan sejarah yang sangat kuat antara Kemenag dan DIY,” ujarnya

 

Muhammad Syafi’i menjelaskan Kemenag adalah kementerian yang diberi tugas untuk mengurusi kehidupan beragama di Indonesia, memastikan pelayanan keagamaan serta kerukunan umat berjalan dengan baik di seluruh penjuru negeri.

 

“Sejarah berdirinya Kemenag pertama sejak kemerdekaan lahir di DIY. ditandai dengan diterbitkannya SK Presiden pada bulan Januari 1946. Kantor pertama merupakan pemberian dari Pakualam, yang berlokasi di Jalan Bintaran Nomor 9, DIY. Hal ini menegaskan bahwa sejarah Kemenag yang ada hari ini ada, berawal dari DIY, ini membuktikan bahwa Yogyakarta memang istimewa, dengan semangat Dari Jogja untuk Indonesia. Menteri Agama pertama adalah Profesor Haji Muhammad Rasjidi” cerita Muhammad Syafi’i

 

Pada kesempatan yang sama, dukungan penuh juga diberikan oleh Muhammad Syafi’i terkait rencana pembangunan Masjid Raya Kulon Progo di sisi barat Alun-alun Wates. Pembangunan sarana ibadah tersebut dinilai sejalan dan didukung sepenuhnya sesuai dengan program-program fasilitas keagamaan yang ada di Kementerian Agama.

 

Sebagai penutup, ucapan selamat mengikuti jalan sehat disampaikan kepada seluruh peserta agar dapat menikmati kegembiraan dan kesehatan bersama dalam rangka peringatan 80 tahun Hari Amal Bakti Kementerian Agama. Melalui kegiatan ini, diharapkan kehidupan beragama dapat berjalan semakin efektif dan kerukunan umat beragama terus terkawal demi mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia yang semakin maju, berdaulat, dan bermartabat.

 

Dalam sambutannya, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M. menekankan arti penting kebersamaan masyarakat Kulon Progo.

 

“Kita bersama-sama dapat berkumpul di tempat ini dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Agung juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen daerah atas capaian membanggakan di penghujung tahun lalu. Kabupaten Kulon Progo berhasil meraih peringkat pertama se-DIY dalam penilaian penerimaan.

 

“ keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dukungan DPRD dalam menjalankan fungsi legislatif, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah”, ungkapnya.

 

Menutup sambutannya, Agung menyampaikan permohonan dukungan kepada Kementerian Agama terkait rencana pembangunan Masjid Raya Kulon Progo. Pembangunan tersebut dipandang sebagai bagian penting dalam penyempurnaan konsep Catur Gatra Tunggal, yaitu penataan ruang tradisional Jawa yang menempatkan pusat pemerintahan, pasar, alun-alun, dan masjid sebagai satu kesatuan. Keberadaan masjid di sisi barat alun-alun diharapkan menjadi simbol keseimbangan antara urusan dunia dan hubungan manusia dengan Tuhan.

 

Ketua Panitia Hari Amal Bakti (HAB), H. Saeful Hadi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas partisipasi seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama. Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas gotong royong seluruh elemen di lingkungan Kemenag Kulon Progo.

 

Penyelenggaraan kegiatan peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Kulon Progo ini dipusatkan di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo.

 

Saeful Hadi memaparkan sebelas rangkaian kegiatan utama yang menjadi inti peringatan tahun ini. Program tersebut diawali dengan Tour de Madrasah yang merupakan kunjungan ke madrasah-madrasah di lingkungan Kemenag Kulon Progo, kemudian dilanjutkan dengan berbagai lomba olahraga yang diikuti oleh para pegawai.

 

Bantuan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta Pegawai Tidak Tetap (PTT) diserahkan sebagai bentuk kepedulian sosial institusi. Selain itu, aksi kemanusiaan berupa donor darah serta gerakan bersih-bersih lingkungan rumah ibadah juga dilaksanakan guna memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

 

Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dibangun melalui penyelenggaraan pengajian aparatur pemerintah. Tidak hanya itu, kerja sama apik juga dijalin dengan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Kemenag se-DIY dalam menggelar peragaan busana lomba karaoke bersambung. Puncak peringatan secara resmi ditandai dengan upacara Hari Amal Bakti, yang kemudian disusul dengan kegiatan “Jalan Kerukunan dan Senang Ceria” yang berlangsung pada pagi hari ini.

 

Rangkaian acara ditutup dengan agenda syukuran dan Khotmil Quran sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, ia berharap manfaat besar dapat dirasakan dalam mempererat persaudaraan dan memperkuat kerukunan umat beragama. Peran Kementerian Agama sebagai perekat persatuan bangsa pun semakin kukuh dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *