“Danantara membuktikan dalam delapan hari bisa membangun 600 hunian yang menurut saya cukup baik. Fokus kita adalah mengurangi dan meringankan penderitaan rakyat,” ujar Prabowo.
Hunian sementara tersebut dibangun di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara dengan sistem modular. Struktur bangunan menggunakan rangka baja ringan, dinding panel, serta atap seng yang dilengkapi sistem peredam panas.
Selain unit hunian, kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti listrik, jaringan WiFi, air bersih, klinik kesehatan, area bermain anak, dan fasilitas MCK terpisah.
Presiden juga mengingatkan agar pembangunan huntara tetap mengutamakan kenyamanan dengan memanfaatkan material lokal yang sederhana namun efektif. Ia menilai kreativitas di lapangan menjadi kunci agar hunian layak huni tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Jadi rumah hunian ini akan kita serah terimakan pada tanggal 8 Januari sebanyak 600 unit kepada pemerintah daerah,” kata CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.
Rosan juga menambahkan, Danantara menargetkan pembangunan 15.000 unit hunian sementara di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam tiga bulan ke depan.




