Foto; Ilustrasi
Seniman ketoprak serba bisa ini lahir di Yogyakarta tahun 1934 di desa Pajangan, Sleman, Yogyakarta. Gati adalah kembaran dari Gito. Lahir dan dibesarkan di tengah lingkungan keluarga yang bergelut dalam kesenian. Ayahnya, Ki Cermo Waruno adalah dalang popular pada jamannya. Seperti umumnya anak dalang, maka Gati kecil pun terbiasa hidup dari panggung ke panggung mengikuti ayahnya menggelar pementasan wayang. Apalagi bila mendapat undangan pentas ke luar kota, giranglah hati Gati. Karena lebih sering mengikuti perjalanan ayahnya itu, sekolahnya terlantar. Sebaliknya naluri berkeseniannya terus saja terasah. Suatu ketika ayahnya ingin melihat ketrampilannya memainkan wayang.
Maka Gati diberinya kesempatan pentas di siang hari, mewakili ayahnya. Usianya baru 15 tahun waktu itu. Mata ayahnya terbelalak melihat bagaimana Gati dengan terampilnya memainkan anak-anak wayahg, disamping penguasaan dalam dialog (antawacana). Kebahagiaan Ki Cermowaruno semakin besar melihat Gati seperti halnya Gito pandai dalam mementaskan wayang. Gati dan Gito terus saja bergumul dengan wayang, bermain ketoprak dan karawitan. Keduanya senang membanyol. 1970-an Gati mendirikan PS Bayu, yang beranggotakan Suworo Kimpul, Cipto Gareng, Sial, tak terkecuali Gito saudara kembarnya. Grup ini semakin dikenal apalagi dengan seringnya tampil di TVRI.Gati sendiri selain aktif sebagai seniman, juga menjabat sebagai Gati. Lebih dari itu, Gati juga memberikan pelatihan pada bidang-bidang karawitan, ketoprak, lawak, serta pedalangan. Karya-karyanya diantaranya beberapa cerita wayang Lahire Gathutkaca, Gathutkaca Kridha, Wisanggeni Ratu, Dawala, Sadewa Racut, Benteng Wulung, Wahyu Panca Tunggal. Sedangkan untuk ketoprak, meliputi Bandung Bondowoso, Suminten Edan, Keong Mas, Resiah, Blorong, Probo Kusumo Krido, Garuda Sengkali, Haryo Sengkali, Bayi Deplok dan lain-lain.
Di padepokannya, Gati mendapat kepercayaan untuk mengelola pertunjukan ketoprak Secara rutin atas subsidi Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta (1988 – 1989).
Atas pengabdiannya itu, banyak lembaga baik pemerintah maupun swasta memberinya penghargaan.





