Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih dalam retret kabinet jilid kedua yang digelar di Hambalang. Kegiatan itu tidak hanya menjadi forum evaluasi kinerja pemerintahan, tetapi juga sarana memperkuat soliditas dan karakter kepemimpinan para pembantu presiden.
Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono memastikan seluruh unsur kabinet hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari menteri, wakil menteri, hingga para utusan dan penasihat khusus presiden. Bahkan, kehadiran peserta dipastikan langsung oleh presiden.
Ivan menjelaskan, pemilihan Hambalang sebagai lokasi retret didasari pertimbangan efisiensi sekaligus makna simbolik. Dari sisi teknis, kegiatan digelar di kediaman presiden dengan mempertimbangkan kondisi kebencanaan serta efektivitas pelaksanaan. Namun, lebih dari itu, Hambalang dipilih sebagai simbol pembentukan karakter kepemimpinan kabinet.
“Kalau bercandanya, Presiden ingin menjadikan para menteri dan wakil menteri sebagai Hambalang Men dan Hambalang Women. Kan selama ini masyarakat cukup familiar ya dengan istilah Hambalang Boys, kader muda yang dibina langsung oleh Pak Prabowo, seperti Mas Sudaryono, Mas Sugiono, Mas Angga Raka, maupun Mas Pras. Nah mungkin kali ini Presiden ingin menempa putra-putri terbaik bangsa lainnya yang menjadi para pembantu beliau di kabinet agar semakin solid dan kerja keras,” kata Ivan dikutip pada Rabu (7/1).
Di balik simbol tersebut, Ivan menyatakan, inti utama retret kabinet jilid kedua adalah evaluasi komprehensif atas perjalanan pemerintahan sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Presiden memaparkan lebih dari 30 capaian strategis yang dikategorikan sebagai bagian dari agenda transformasi bangsa, yang disampaikan melalui pemutaran video sebelum sesi taklimat.
“Presiden mengevaluasi capaian yang sudah berjalan sekaligus memberikan arahan ke depan, terutama menghadapi dinamika politik dalam negeri dan situasi global,” ujarnya.
Dalam rangka evaluasi tersebut, sekitar 12 hingga 15 menteri diminta mempresentasikan capaian kinerja masing-masing. Presiden juga membuka ruang masukan dari para menteri dan wakil menteri sebagai bahan penyusunan langkah percepatan kebijakan.
Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam retret ini, di antaranya swasembada pangan dan energi, penanganan bencana, pengembangan sekolah rakyat, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari strategi besar transformasi bangsa yang menjadi arah pembangunan nasional.
Ivan menyebut, ukuran keberhasilan pemerintah tidak hanya dilihat dari perencanaan, tetapi dari capaian konkret di lapangan. Salah satunya adalah perluasan Program MBG yang kini telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat serta didukung oleh pembukaan sekitar 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu, presiden juga menyoroti keberhasilan mencapai swasembada beras dengan cadangan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Di bidang penegakan hukum, pengembalian kerugian negara disebut telah dimanfaatkan kembali untuk program strategis, termasuk pendanaan beasiswa LPDP dan percepatan pembangunan perumahan.
Ivan menambahkan, konsolidasi dan evaluasi kebijakan tidak hanya dilakukan melalui retret. Presiden secara rutin menggelar berbagai forum koordinasi, mulai dari sidang kabinet paripurna, rapat terbatas, hingga rapat koordinasi yang kerap dilakukan pada akhir pekan.
“Retret ini menjadi momentum penting di awal tahun untuk menegaskan kembali arah kebijakan dan memastikan seluruh kabinet bergerak dalam satu barisan,” pungkas Ivan.





