|
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Sebanyak 109 pedagang di kawasan Pantai Sepanjang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, telah menuntaskan pembongkaran kios di bibir pantai. Langkah ini menjadi bagian dari penataan kawasan pantai yang akan dilanjutkan dengan pembangunan talud, kios permanen, dan jalur pedestrian.
Pantauan di lokasi, Rabu (7/1/2026), area pinggir pantai sudah bersih dari bangunan kios. Yang tersisa hanya material bangunan yang tengah dibersihkan. Seluruh kios pedagang kini berada di sisi utara jalan kawasan Pantai Sepanjang.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memastikan pembongkaran telah sesuai dengan kesepakatan bersama para pedagang.
“Alhamdulillah, hari ini tanggal 7 Januari, sesuai dengan surat perjanjian yang dibuat oleh 109 pedagang. Kami memastikan bahwa pada tanggal ini semua lapak di pinggir pantai sudah tidak ada atapnya. Tinggal pembersihan saja,” kata Endah saat meninjau lokasi
Bupati menjelaskan, pada triwulan pertama tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan segera menindaklanjuti penataan kawasan dengan penyempurnaan kios yang sudah dibangun sebelumnya.
“Kiosnya sebenarnya sudah ada, tetapi akan disempurnakan, seperti penambahan wastafel dan sekat partisi. Pada triwulan pertama juga akan dibangun talud,” ujarnya.
Pembangunan talud dan penataan kawasan akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul. Sementara itu, rencana pembangunan jalur pedestrian masih akan dibahas lebih lanjut karena membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar.
“Pedestrian lebarnya 2,5 meter dengan panjang sekitar 550 meter. Ini akan kita bicarakan lebih lanjut karena anggarannya cukup besar. Nantinya akan ada kolaborasi, PU mengerjakan talud dan pedestrian, sementara kios dilanjutkan, ditambah tanaman keras di jalur pedestrian,” jelas Endah.
Selain itu, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul akan melakukan konservasi dengan menanam pandan di sepanjang bawah talud.
“Tadi kami sudah mencari pandan. Nantinya di bawah talud akan dikonservasi kembali dengan tanaman pandan,” kata Endah.
|
Bupati juga menegaskan bahwa setelah kawasan ditata, pengelolaan pariwisata akan dilakukan lebih tertib. Pemerintah daerah akan melibatkan Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan bersama para pedagang untuk menyusun aturan pengelolaan kawasan.
“Jika sudah ditata, tidak boleh ada pengkaplingan payung maupun tikar. Semua harus tertib. Nantinya juga akan dipasang lampu oleh Dinas Perhubungan agar kawasan bisa dibuka siang dan malam,” tegasnya.
Ia mencontohkan konsep penataan seperti di Pantai Jimbaran, Bali. Pada malam hari, pedagang diperbolehkan menggelar kursi dan meja di pasir pantai dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.
“Dengan catatan air laut sedang surut dan sesuai pengamatan tim SAR. Jam enam pagi semuanya harus dikembalikan ke kios masing-masing. Kemudian ada pembersihan pantai secara berkala yang dipimpin Pokdarwis dan didampingi Dinas Pariwisata,” ujarnya.
Menurut Bupati, penataan ini diyakini akan meningkatkan pendapatan pedagang.
“Insyaallah, dengan penataan ini pendapatan pedagang bisa meningkat hingga dua kali lipat karena bisa berjualan siang dan malam. Pantai Sepanjang ini nanti bisa menjadi alternatif tempat nongkrong malam hari,” katanya.
Bupati juga membuka peluang pengembangan aktivitas seni di kawasan pantai, seperti pertunjukan musik secara langsung, untuk menambah daya tarik wisata
Untuk penyempurnaan kawasan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga mengusulkan dukungan Dana Keistimewaan DIY untuk melanjutkan pembangunan hingga pintu gerbang Pantai Sepanjang sepanjang sekitar 530 meter.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa paripurna penataannya. Setelah ini berjalan, kami juga akan mulai merencanakan penataan di pantai-pantai lain,” pungkas Endah.



