Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, memimpin apel pegawai pada Minggu kedua Tahun 2026 di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Senin (12/1/2026). Apel tersebut menjadi momentum awal untuk meneguhkan komitmen aparatur sipil negara (ASN) dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik di tahun yang baru.
Pada kesempatan itu, Joko Parwoto juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal kepada ASN yang merayakan, serta Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh pegawai. Ia berharap nilai-nilai kasih, damai, pengharapan, serta semangat baru dapat terus hidup dalam kebersamaan dan pengabdian sebagai pelayan masyarakat.
Menurutnya, apel pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud kedisiplinan, kesiapan, dan kesadaran ASN dalam menjalankan tugas. Dari apel pagi inilah, aparatur diharapkan mengawali hari dengan tekad memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tahun 2026 harus kita jadikan sebagai tahun penguatan kinerja, percepatan pelayanan, dan peningkatan kualitas birokrasi. Masyarakat mengharapkan aparatur yang solutif, bergerak cepat, serta melayani dengan empati dan ketulusan,” tegasnya.
Wakil Bupati menekankan bahwa Gunungkidul memiliki potensi besar, mulai dari sektor pariwisata yang terus berkembang, kekayaan budaya, sumber daya manusia yang tangguh, hingga semangat gotong royong yang kuat.
Namun demikian, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama, di antaranya penanggulangan kemiskinan, penanganan stunting, pemerataan pembangunan antarwilayah, penyediaan air bersih, penguatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas layanan publik.
Menghadapi tantangan tersebut, Joko Parwoto menegaskan pentingnya kerja terintegrasi antar organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menekankan bahwa tidak ada OPD yang dapat bekerja sendiri, melainkan diperlukan kolaborasi, sinkronisasi, dan kesadaran kolektif sebagai satu tim, yakni Tim Gunungkidul.
Dalam arahannya, Wakil Bupati juga menegaskan sejumlah prioritas, antara lain mendorong pariwisata Gunungkidul naik kelas agar tertata, berkualitas, dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat; menjadikan pengentasan kemiskinan dan stunting sebagai amanah kemanusiaan; menyambut investasi dengan profesionalisme; membangun birokrasi yang adaptif dan digital; serta menjunjung tinggi integritas sebagai fondasi utama pembangunan.
“Saya tidak menuntut kesempurnaan, tetapi kesungguhan. Gunungkidul dibangun bukan oleh orang-orang sempurna, melainkan oleh mereka yang mau berjuang dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh ASN untuk membangun budaya kerja yang disiplin tanpa diawasi, cepat tanpa disuruh, jujur tanpa diminta, serta melayani tanpa mengeluh. Menurutnya, aparatur Gunungkidul tidak hanya dituntut hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan pikiran, hati, dan dedikasi.
Menutup arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh ASN menjadikan Tahun 2026 sebagai momentum untuk bekerja lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih tulus demi masa depan Gunungkidul, serta meneguhkan pengabdian sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.




