UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Sebanyak 10 besar calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta mengikuti Verifikasi Faktual (wawancara) Calon Pimpinan BAZNAS Kota Yogyakarta Periode 2026–2031. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ruang Yudhistira, Balai Kota Yogyakarta, Senin (12/1).
Verifikasi faktual ini dipimpin langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI selaku Pembina Wilayah Provinsi DIY, Saidah Sakwan, didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, serta Kepala Bagian Pertimbangan BAZNAS Romidi Karnawan.
Pimpinan BAZNAS RI selaku Pembina Wilayah Provinsi DIY, Saidah Sakwan menyampaikan, verifikasi faktual merupakan bagian dari amanat konstitusional untuk mengawal tata kelola dan ekosistem pengelolaan zakat, khususnya di Kota Yogyakarta. Ia mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Yogyakarta yang dinilai sangat baik oleh BAZNAS RI.
“BAZNAS Kota Yogyakarta dinilai sangat baik dari berbagai variabel, mulai dari kinerja penghimpunan yang terus meningkat, relasi yang harmonis antara BAZNAS dan Pemerintah Kota, hingga inovasi program yang terus berkembang,” jelas Saidah.
Ia mencontohkan sejumlah inovasi program BAZNAS Kota Yogyakarta, salah satunya program Sedekah Sayur yang melibatkan petani dari Magelang. Program tersebut dinilai sebagai inovasi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus membantu petani yang kesulitan menjual hasil panennya.
Menurutnya, capaian tersebut harus dijaga keberlanjutannya (sustainability) dan terus diperkuat melalui pembaruan dan inovasi yang lebih baik ke depan. Oleh karena itu, proses wawancara verifikasi faktual menjadi tahapan penting dalam memilih pimpinan BAZNAS yang mampu melanjutkan sekaligus meningkatkan kinerja lembaga.

Pimpinan BAZNAS RI selaku Pembina Wilayah Provinsi DIY, Saidah Sakwan saat bersama Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono.

Dalam kesempatan tersebut, Saidah juga menjelaskan empat fokus penguatan BAZNAS secara nasional, yakni penguatan kelembagaan, peningkatan penghimpunan zakat, penguatan sumber daya manusia, serta digitalisasi. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025, penghimpunan zakat nasional hampir mencapai Rp50 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp60 triliun pada tahun berikutnya.
“Penguatan SDM, khususnya pimpinan, menjadi variabel penting dalam mendorong pertumbuhan ekosistem zakat. Jika pimpinannya kuat, maka tata kelola, relasi dengan pemerintah daerah, dan dampak kepada masyarakat juga akan meningkat,” jelasnya.
Dalam proses wawancara, BAZNAS RI menegaskan akan mengonfirmasi tiga prinsip utama kepada para calon pimpinan, yaitu aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. Ketiga prinsip tersebut menjadi dasar penting dalam memastikan pengelolaan zakat berjalan sesuai syariat Islam, peraturan perundang-undangan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tambahnya, dari 10 calon yang mengikuti verifikasi faktual, selanjutnya akan dipilih lima orang untuk ditetapkan sebagai Pimpinan BAZNAS Kota Yogyakarta Periode 2026–2031. “Kami berharap seluruh calon, baik yang terpilih maupun belum terpilih, tetap berkontribusi dalam memperkuat ekosistem pengelolaan zakat di Kota Yogyakarta,” ungkanya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono menyatakan  dukungan penuh terhadap pelaksanaan verifikasi faktual tersebut. Menurutnya, proses verifikasi faktual ini merupakan tahapan penting untuk memastikan bahwa calon pimpinan BAZNAS Kota Yogyakarta benar-benar memenuhi standar kualifikasi dan integritas yang ditetapkan.

Proses verifikasi faktual yang berlangsung di Ruang Tenaga Ahli Pemkot Yogyakarta.

“Proses ini diharapkan mampu menghasilkan pimpinan BAZNAS Kota Yogyakarta yang amanah, berintegritas, profesional, dan memiliki kepekaan sosial tinggi,” ungkapnya.
Ia juga berharap, figur yang nantinya terpilih adalah sosok yang amanah, berintegritas, memahami syariah, memiliki kemampuan manajerial, serta kepekaan sosial yang tinggi, sehingga mampu memperkuat peran BAZNAS dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di Kota Yogyakarta.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan hari ini mendapat ridha Allah SWT dan menjadi ikhtiar bersama untuk mewujudkan tata kelola zakat yang semakin baik, profesional, dan memberikan kemaslahatan bagi umat,” katanya.