Wali Kota Yogya dan Kelurahan Purwokinanti Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Boyolali,REDAKSI17.COM-Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kelurahan tersebut dinobatkan sebagai juara pertama Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2025 Regional II Jawa dan Bali.

Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembangunan berbasis kelurahan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta bersama masyarakat.

Penghargaan atas prestasi tersebut diserahkan dalam rangkaian Puncak Peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Desa Butuh, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (15/1/2026).

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat menerima Penghargaan Penganugerahan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga menerima Penghargaan Penganugerahan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2025.

Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berprestasi serta memiliki komitmen kuat dalam membina, memberdayakan, dan memajukan desa maupun kelurahan di wilayahnya.

Wali Kota Yogyakarta dinilai berhasil mendorong tata kelola pemerintahan kelurahan yang inovatif, partisipatif, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) III, Akhmad Wiyagus, sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap kinerja Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pembangunan wilayah dari tingkat paling bawah.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan desa dan kelurahan sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kekuatan desa dan kelurahan yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.

“Wilayah yang kuat harus dimulai dari desa dan kelurahan. Jika desa dan kelurahan tertata, masyarakatnya berdaya, dan ekonominya tumbuh, maka pembangunan nasional akan berjalan lebih cepat dan merata,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi daerah-daerah yang mampu membuktikan komitmennya dalam membina desa dan kelurahan secara berkelanjutan. Prestasi Kelurahan Purwokinanti, menurutnya, menjadi contoh nyata bahwa pembinaan yang konsisten mampu menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.

Ditemui usai menerima penghargaan, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Kelurahan Purwokinanti.

Ia menilai capaian tersebut bukan hanya membanggakan Kota Yogyakarta, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembangunan yang dimulai dari kelurahan mampu menghasilkan dampak nyata.

“Alhamdulillah, Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, berhasil menjadi juara pertama lomba kelurahan tingkat nasional wilayah Jawa dan Bali. Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah kelurahan, masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat,” ujar Hasto.

Menurutnya, lomba desa dan kelurahan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan wilayah. Melalui ajang ini, setiap kelurahan digenjot untuk terus berinovasi, meningkatkan pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki.

“Lomba ini sangat penting karena membangun wilayah dimulai dari tingkat kelurahan dan desa. Kalau seluruh desa dan kelurahan bisa berkembang dengan baik, maka negara juga akan ikut maju,” tegasnya.

Hasto berharap penghargaan yang diraih tidak hanya menjadi simbol atau predikat semata, tetapi benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program serta konsistensi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Saya berharap penghargaan ini bukan hanya sebatas gelar, tetapi memang kenyataannya betul-betul bagus. Harus bisa membawa perubahan nyata, baik bagi Kelurahan Purwokinanti maupun untuk kemajuan Kota Yogyakarta secara keseluruhan,” tambahnya.