
Jakarta,REDAKSI17.COM – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), menegaskan pentingnya penguatan dan penambahan anggaran guna mempercepat pemulihan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan di daerah terdampak bencana. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Kehutanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Titiek menyebut Komisi IV memberi perhatian serius terhadap kondisi petani dan nelayan yang kehilangan lahan serta sumber mata pencaharian akibat bencana. Menurutnya, banyak lahan pertanian yang tidak dapat segera difungsikan kembali meskipun dilakukan rehabilitasi.
“Banyak sawah petani yang tidak bisa ditanami lagi. Kalaupun direhabilitasi, tentu membutuhkan waktu,” ujarnya.
Dalam masa pemulihan tersebut, ia menilai pemerintah perlu memastikan keberlangsungan hidup masyarakat terdampak. Komisi IV pun mempertanyakan langkah konkret kementerian terkait dalam menjamin mata pencaharian petani dan nelayan selama proses rehabilitasi berlangsung.
“Kami ingin tahu bagaimana tindakan kementerian untuk memastikan masyarakat tetap memiliki mata pencaharian sambil menunggu rehabilitasi lahan,” ucap Legislator Fraksi Partai Gerindra itu.
Titiek menambahkan, penanganan pascabencana membutuhkan koordinasi lintas sektor serta dukungan anggaran yang memadai, mengingat bencana terjadi di sejumlah wilayah. Daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menjadi perhatian dalam rapat kerja tersebut.
Menurutnya, pemulihan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat terdampak.
“Kami mendorong agar pemulihan pascabencana didukung anggaran yang cukup, sehingga masyarakat bisa segera bangkit dan kembali beraktivitas,” tegasnya.
Komisi IV DPR RI, lanjut Titiek, akan terus mengawal kebijakan dan alokasi anggaran pemerintah agar proses pemulihan pascabencana berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.


