Mimika,REDAKSI17.COM – Pengurus masjid, imam, dan marbot dinilai sering kali bekerja dalam kapasitas bukan penerima upah atau pekerja informal. Kondisi ini mereka rentan terhadap risiko finansial akibat kecelakaan atau kematian saat menjalankan tugas.
Hal ini diungkapkan oleh Hj Rampeani Rachman, Anggota DPRD Mimika, Papua Tengah dan mendorongnya untuk memberikan perlindungan jaminan sosial dan meningkatkan kesejahteraan para pengurus masjid, imam dan marbot. Dia pun memfasilitasi pemberian jaminan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Langkah itu dilakukannya pada kegiatan sosialisasi dan penguatan kapasitas yang digelar oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Mimika, Rabu (14/1/2026) di Ballroom Cenderawasih Hotel Serayu Timika. Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut diberikan secara simbolis kepada 300 pengurus masjid, imam dan marbot.
“Ini tugas saya untuk membantu pemerintah daerah. Bagi para pengurus masjid, imam dan marbot akan menerima manfaat dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama lima tahun ke depan,” ungkap Rampeani menuturkan inisiatifnya.
Pengurus dari 120 masjid menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang dibayarkan oleh Rampeani untuk lima tahun ke depan. Selama masa jabatannya sebagai Anggota DPRK, ia akan membayar BPJS Ketenagakerjaan mereka.
Selain kepada pengurus masjid, hal yang sama juga akan diterima pengurus gereja di wilayah pesisir dan pinggiran yakni di Daerah Pemilihan (Dapil) 6.
“Saya targetkan sebelum Desember nanti, 1000 penerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan baik pengurus masjid dan gereja harus sudah terbayarkan semua,” ungkap legislator dari Partai Perindo ini.
Pada acara penyerahan, turut hadir pula Ketua DMI Mimika H Abdul Muthalib Elwahan dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Mimika, Rudyanto Panjaitan. Adapun Rudyanto Panjaitan memaparkan terhitung tanggal 12 Januari, ada 300 pengurus masjid sudah didaftarkan.
“Hari ini secara simbolis diserahkan sebanyak 300 kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” jelasnya.
Dia juga menerangkan, di atas tiga bulan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, klaim yang bisa diterima oleh peserta sebesar Rp42 juta dan seterusnya mengikuti aturan yang ada.
Kunker ke Distrik Amar
Masih soal aktivitas di awal tahun, Rampeani melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Distrik Amar. Menurutnya, daerah ini menjadi wilayah prioritas yang menjadi perhatiannya lantaran sering dilanda cuaca ekstrem berupa air pasang, gelombang tinggi, serta angin kencang.
Saat menyambangi Kampung Manuare, Rampeani menemukan kondisi rumah penempatan mesin fasilitas air bersih mengalami kerusakan. Salah satunya temuannya, tiang penahan bagian depan rusak akibat diterjang ombak dan angin kencang.
“Ini sangat memprihatinkan karena fasilitas ini dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit dan menjadi salah satu urat nadi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Rampeani lantas meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Mimika segera turun tangan guna melindungii fasilitas publik penting ini dari kerusakan lebih parah.
Di sisi lain, Rampeani menyambut baik informasi bahwa para penjaga fasilitas air bersih akan segera menerima Surat Keputusan (SK) resmi.
“Saya sangat mengapresiasi hal ini karena selain menjaga keberlanjutan layanan air bersih, juga membuka lapangan kerja bagi anak-anak OAP, khususnya putra daerah setempat,” katanya. Terlebih, mereka sudah memahami mesin dan pengelolaan air bersih.
Langkah Anggota DPRK Mimika ini mendapat atensi dari Koordinator Wilayah (Korwil) DPP Partai Perindo untuk Maluku, Maluku Utara dan Papua Raya, Dody Toisuta. “Kita mengapresiasi dan mendorong Ibu Hajjah Rampeani terus bekerja keras memberikan warna yang positif di Mimika Papua Tengah,” ujarnya.
Untuk mempercepat terpenuhinya kebutuhan masyarakat maka para wakil rakyat dari Partai Perindo perlu intensif melakukan komunikasi, sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Bersama-sama masyarakat, kita pastikan agar proses pembangunan dan pemanfaatan hasil pembangunan daerah juga merata dan mendorong kesejahteraan,” ujar alumni Manajemen FEB Universitas Trisakti ini.




