
Jakarta,REDAKSI17.COM– Unsur TNI dan Polri terlibat dalam pengamanan VVIP saat Presiden atau Wakil Presiden berkunjung ke suatu daerah.
Unsur pengamanan tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan VVIP atau Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) PAM VVIP yang dipimpin TNI, dalam hal ini Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) masing-masing.
Sebagai contoh, Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin selaku Panglima Kogasgabpad PAM VVIP memimpin langsung pelaksanaan operasi pengamanan VVIP, Selasa 13 Januari 2026, dalam rangka kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Rudy Saladin menekankan bahwa pengamanan VVIP merupakan bentuk tanggung jawab TNI dalam menjaga kehormatan, keselamatan, dan kewibawaan negara.
“Pengamanan harus dilakukan secara menyeluruh, terkoordinasi, dan profesional demi kelancaran tugas kenegaraan Presiden,” ujar Rudi dalam apel gelar pasukan, dikutip dari laman Kodam V/Brawijaya.
Pelaksanaan pengamanan VVIP tersebut berlandaskan Keputusan Panglima TNI Nomor KEP/1287/XII/2018 tentang penyelenggaraan pengamanan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta keluarga.
Operasi melibatkan unsur TNI, Polri, dan instansi pemerintah daerah yang dibagi dalam tiga lapisan pengamanan: Ring I oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Ring II oleh unsur TNI dan Polri, dan Ring III oleh satuan teritorial.
Sistem pengamanan diterapkan terbuka dan tertutup untuk mengantisipasi potensi ancaman.
Selain itu, berbagai Subsatgas turut dikerahkan, seperti Subsatgas Intelijen, Kesehatan, Komunikasi Elektronik, dan Peralatan.
Semua elemen bergerak berdasarkan analisa potensi kerawanan dengan tujuan utama menjamin keselamatan Presiden atau Wapres beserta rombongan.
Kasus terbaru, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim selaku Panglima Kogasgabpad PAM VVIP menyarankan agar kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Yahukimo, Papua Pegunungan, batal.
Seyogyanya, Gibran dijadwalkan berkunjung ke Yahukimo pada Rabu (14/1). Agenda itu melengkapi kunjungan yang sebelumnya ke Biak Numfor dan Wamena. Namun, agenda ke Yahukimo mendadak batal karena alasan keamanan.
“Saya selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP, melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wapres untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” kata Amrin dalam keterangan pers kepada wartawan di Biak Numfor, Papua.
Amrin mengatakan bahwa dirinya mendapat laporan intelijen di tengah rangkaian agenda Wapres.
“Dari pertimbangan intelijen, kami melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di sana, yang menurut pertimbangan kami untuk keamanan VVIP tentunya sangat tidak memungkinkan,” ujar Amrin.



