Kupang,REDAKSI17.COM – Upaya deteksi dini bencana angin kencang, disertai edukasi dan pelatihan evakuasi dinilai penting untuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana di Kota Kupang. Langkah ini diperlukan menyusul peristiwa puting beliung yang merusak belasan rumah warga di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, pada Sabtu (17/1/2026).
Anggota DPRD Kota Kupang, Otniel Benyamin Selan, menegaskan bahwa perubahan pola cuaca ekstrem menuntut kesiapsiagaan masyarakat sejak dini, tidak hanya mengandalkan respons saat bencana sudah terjadi.
“Deteksi dini, edukasi kebencanaan, dan pelatihan evakuasi harus menjadi pengetahuan dasar warga, khususnya di daerah rawan angin kencang. Dengan kesiapan itu, risiko korban jiwa dan kerugian bisa ditekan,” ujarnya.
Menurut Otniel yang juga merupakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Perindo Kota Kupang ini, bencana angin kencang sering datang tiba-tiba dan berdampak langsung pada permukiman warga.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat perlu diperkuat, termasuk melalui simulasi evakuasi dan penyebaran informasi cuaca yang mudah dipahami warga.
Aksi Cepat Tanggap di Manutapen
Usai angin putting beliung melanda Kelurahan Manutapen, Otniel sigap turun langsung meninjau dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, Sabtu (17/1/2026). Kehadirannya menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kecamatan Alak.
Berdasarkan data di lapangan, bencana angin kencang tersebut berdampak pada 18 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di RT 13 dan RT 14. Rincian kerusakan meliputi 5 rumah rusak berat, 8 rumah rusak sedang, dan 5 rumah rusak ringan.
“Kami hadir untuk memastikan warga terdampak mendapat perhatian segera. Ini adalah bentuk empati dan tanggung jawab kami dari Partai Perindo untuk selalu ada di tengah masyarakat, terutama saat musibah melanda,” kata Beni, sapaan akrabnya.
Otniel juga mengapresiasi gerak cepat berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan darurat bencana di lokasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polsek Alak, Bapak Penjabat Wali Kota, Dinas Sosial, BPBD, Camat, Lurah, serta para Ketua RT dan RW yang telah berkolaborasi memberikan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, alumni SMK Kristen 2 Kupang ini berharap bencana di Manutapen dapat menjadi pelajaran bersama untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadati potensi bencana di Kota Kupang. Sehingga masyarakat memahami mitigasi risiko bencana alam.




