Gunungkidul,REDAKSI17.COM– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secara resmi memulai rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di tingkat Kapanewon yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 19-22 Januari 2026.
Forum strategis ini bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan kebutuhan pembangunan dari tingkat kalurahan dengan arah kebijakan daerah guna mewujudkan perencanaan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih dalam arahannya menyampaikan bahwa tahun 2027 memiliki arti penting sebagai tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Ia menekankan perlunya percepatan penguatan pondasi pembangunan agar seluruh program memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan, penguatan ekonomi lokal, kualitas SDM, serta infrastruktur berkelanjutan.
“Pembangunan hanya akan berhasil apabila kita jalankan dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama,” ujar Bupati.
Selain itu, ia mengumumkan penerapan metode mobile governance, di mana bupati akan berkantor secara berpindah-pindah di berbagai wilayah untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan efektif tanpa terbatas ruang kantor formal.
Dalam pelaksanaan Musrenbang di Kapanewon Karangmojo, Panewu Karangmojo, Emanuel Krisno Juwoto, memaparkan sejumlah data krusial terkait kondisi wilayahnya.
Tercatat, Kapanewon Karangmojo memiliki jalan kabupaten sepanjang 66,107 km, dengan kondisi rusak berat mencapai 14,8 km. Selain itu, terdapat persoalan sosial-ekonomi yang mendesak, di antaranya, Stunting, Sebanyak 358 balita atau 18,77% dari total 1.907 balita di Karangmojo mengalami stunting.
“Sementara untuk hunian Masih terdapat 205 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di sembilan kalurahan, dengan jumlah terbanyak di Bejiarjo dan Gedangrejo.” papar Panewu.
Dan Ia memapaekan Potensi UMKM seperti olahan makanan dan pengrajin wayang masih terkendala pengemasan (packaging) yang sederhana serta variasi produk yang terbatas.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Endah menegaskan komitmen pemerintah untuk menangani masalah infrastruktur dan kemiskinan secara bertahap melalui kolaborasi anggaran.
Bupati berharap Musrenbang tahun ini menghasilkan rumusan program yang berkualitas dan selaras dengan visi Gunungkidul yang bermartabat, maju, dan berkelanjutan.
“Jadikan forum ini sebagai sarana menyatukan komitmen untuk memastikan setiap langkah pembangunan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.


