Home / Aneka WarNA / “Sedulur Papat Lima Pancer” dalam Budaya Jawa

“Sedulur Papat Lima Pancer” dalam Budaya Jawa

Sedulur Papat Lima Pancer adalah istilah Jawa yang memiliki makna filosofis dan spiritual yang dalam. Filosofi Sedulur Papat Lima Pancer mengajarkan tentang kesatuan wujud manusia ketika lahir ke bumi. Secara singkat, masyarakat Jawa menggunakan istilah sedulur papat limo pancer yang memengaruhi dalam diri manusia.

Arti Simbolis
1. Sedulur
Makna pertama dalam istilah ini adalah “sedulur” yang berarti “saudara.” Hal ini mencerminkan nilai persaudaraan, solidaritas, dan kebersamaan dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Konsep sedulur mengajarkan untuk saling membantu, mendukung, dan menghormati satu sama lain sebagai bagian dari ikatan sosial yang erat.

2. Papat
“Papat” memiliki arti “empat.” Simbol ini melambangkan empat arah mata angin, yaitu utara, selatan, barat, dan timur. Dalam budaya Jawa, empat arah ini melambangkan keselarasan dan keseimbangan dalam hidup, serta mengajarkan tentang pentingnya memiliki pandangan yang luas dan menyeluruh dalam menghadapi kehidupan.

3. Lima
“Lima” melambangkan angka lima, yang memiliki banyak makna dalam berbagai budaya, termasuk dalam kepercayaan Jawa.
Dalam Sedulur Papat Lima Pancer, angka lima ini menggambarkan lima unsur alam yaitu bumi, air, udara, api, dan eter. Lima unsur ini dipercaya sebagai elemen-elemen dasar yang membentuk seluruh alam semesta dan kehidupan manusia.

4. Pancer
“Pancer” berarti “pancaran” atau “sinar.” Simbol ini melambangkan kebijaksanaan, pencerahan, dan kejernihan pikiran. Dalam konteks ini, “pancer” mengajarkan pentingnya memiliki wawasan yang baik, berpikiran terbuka, dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Diharapkan manusia berada dalam satu wadah yang sama dalam pancer ini.

Setelah mengetahui makna simbolisnya, berikut ini sedulur papat limo pancer menurut Primbon Jawa:

1. Kakang Sawah adalah sebutan dari air ketuban yang melindungi bayi dalam janin dan membantu manusia dilahirkan ke dunia. Pada proses melahirkan, air ketuban keluar pertama kali. Oleh karena itu, masyarakat Jawa menyebutnya Kakang, yang berarti Kakak.
2. Adi ari-ari atau plasenta, adalah ari-ari yang keluar setelah bayi dilahirkan dan disebut Adi, yang berarti adik dalam bahasa Indonesia.
3. Getih, dalam bahasa Indonesia adalah darah. Ini adalah hal utama bagi ibu dan bayi. Saat berada dalam kandungan, bayi dilindungi oleh getih.
4. Puser atau pusar adalah tali plasenta yang menghubungkan ibu dan bayi. Tali pusar ini menyediakan nutrisi yang penting bagi kelangsungan hidup bayi saat di dalam kandungan.
5. Pancer, juga disebut sebagai tubuh wadah atau diri sendiri, merupakan pusat kehidupan utama ketika manusia lahir ke dunia.

Masyarakat Jawa meyakini pentingnya menyelaraskan kelima hal ini agar menjadi satu kesatuan yang utuh.

Sedulur Papat Lima Pancer adalah simbol kearifan lokal Jawa yang mengajarkan nilai-nilai universal tentang persaudaraan, keseimbangan, dan kebijaksanaan. Konsep ini tetap relevan dalam era modern, di mana kebersamaan dan kebijaksanaan sangat diperlukan untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna dan harmonis. 

 

Konsul weton dll,info hub 087849378899

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *