Home / Daerah / Bupati Gunungkidul Fokus Atasi Kerusakan Jalan dan Kemiskinan di Gedangsari Melalui Musrenbang RKPD 2027

Bupati Gunungkidul Fokus Atasi Kerusakan Jalan dan Kemiskinan di Gedangsari Melalui Musrenbang RKPD 2027

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tahun 2027 di Kapanewon Gedangsari, Selasa, (20/1/2026). Dalam forum strategis tersebut, Bupati menegaskan komitmennya untuk melakukan “belanja masalah” guna merumuskan solusi bagi berbagai persoalan mendesak, mulai dari infrastruktur jalan yang rusak berat hingga upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting.

 

“Saya sudah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menjadikan perbaikan jalan di Gedangsari sebagai prioritas agar wilayah tersebut tidak merasa dianaktirikan dalam pemerataan pembangunan.” ujar Bupati.

 

Selain Infrastruktur, angka stunting di Gedangsari masih berada di angka 17,7% atau sebanyak 351 balita, Bupati menekankan pentingnya akurasi data stunting agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.

 

“Dalam menangani kemiskinan ekstrem, pemerintah daerah bekerja sama dengan BAZNAS untuk menyalurkan bantuan, termasuk santunan bagi ribuan anak yatim piatu serta rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi janda dan warga lansia yang tidak memiliki swadaya.” kata Bupati.

 

Berdasarkan data yang dipaparkan Panewu, angka kemiskinan di Gedangsari tercatat cukup tinggi, yakni mencapai 67,19% atau sekitar 9.610 KK yang masuk dalam kategori desil 1-4.

 

“Meski demikian, program labelisasi atau stikerisasi keluarga miskin menunjukkan hasil positif sebanyak 111 penerima manfaat memilih untuk mengundurkan diri karena sudah merasa sejahtera.” papar Panewu Gedangsari.

 

Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, melaporkan kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya yang juga cukup memprihatinkan.

 

“Dari total 56 km jalan kabupaten di Gedangsari, terdapat 10,2 km jalan dalam kondisi rusak berat, 16,67 km rusak sedang, dan 13,382 km rusak ringan.” ungkap Panewu Gedangsari.

 

Di sisi lain, Gedangsari yang merupakan wilayah rawan bencana telah mencatat 13 titik bencana tanah longsor pada Januari 2026. Penanganan darurat menggunakan alat berat terus dilakukan di lokasi-lokasi terdampak, seperti di wilayah Ngalang, dengan koordinasi intensif bersama BPBD dan relawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *