Syaraf kejepit adalah suatu kondisi dimana serabut syaraf di tulang belakang terdesak hingga terganggu fungsinya. Ada beragam faktor yang bisa mendesak syaraf di tulang belakang, contohnya tumor atau infeksi di sekitarnya, spondilosis, spondilolistesis, herniasi nukleus pulposus, skoliosis, dan sebagainya. Akibat desakan syaraf ini, penderita bisa merasakan nyeri, kesemutan, kebas, dan beragam keluhan yang mengganggu, sesuai dengan level serabut syaraf yang terdampak.
Penderita syaraf kejepit sepatutnya menjalani penanganan langsung dengan dokter syaraf. Tergantung penyebab, keparahan gejala, dan status kesehatan penderitanya secara umum, penanganan yang diberikan bisa berbeda, di antaranya dengan obat-obatan, operasi, fisioterapi, dan sebagainya.
Sejatinya, tidak ada anjuran atau pantangan pola makan khusus bagi penderita syaraf kejepit. Namun, beberapa acuan berikut bisa diterapkan:
- Perbanyak asupan makanan yang mengandung kaya nutrisi neurotropik, seperti vitamin B1, B6, B12, vitamin C, kalsium, kalium, dan magnesium, contohnya brokoli, bayam, sayuran berdaun hijau gelap, buah-buahan, biji-bijian utuh, ubi, kentang, alpukat, quinoa
- Rajin meminum air putih
- Jauhi alkohol, batasi kafein
- Batasi konsumsi makanan yang mengandung gluten, seperti tepung-tepungan
- Perbanyak asupan makanan yang mengandung lemak baik, seperti ikan sarden, tuna, tongkol, minyak zaitun, minyak kanola, alpukat
- Perbanyak asupan makanan yang mengandung kaya antioksidan, seperti buah, sayur, dan biji-bijian utuh





