Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).Foto: Anisa Indraini/detikcom
Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa sore (20/1/2026)
Salah satu materi pertemuan mengenai penyelesaian utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Apa hasil pertemuan tersebut?
Menurut AHY pemerintah terus mencari solusi terbaik terkait penyelesaian utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Prinsipnya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, negara juga akan mengambil tanggung jawab.
“Kami juga membahas tentang restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Mohon bersabar karena memang kami juga terus mencari solusi yang terbaik,” ujar AHY di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Selain itu, pemerintah tidak ingin terburu-terburu mengambil keputusan hingga kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Apalagi, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki nilai ekonomi dan ada rencana pengembangan sampai Surabaya.
“Nah tentu kita terlebih dahulu harus fokus pada restrukturisasi keuangan karena ini juga berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal dari perusahaan-perusahaan yang ada di proyek tersebut. Kita selama ini juga terus berkoordinasi dengan sejumlah stakeholders utama, tentunya Kementerian Perhubungan sendiri di situ ada KAI, Danantara juga sudah terlibat dan tentunya Kementerian Keuangan. Nah ini sedang kita cari yang terbaik,” jelas AHY.
AHY juga menjelaskan sedang disusun komite nasional kereta cepat untuk bisa mengambil langkah-langkah strategis maupun taktis.
Selain itu, sedang disiapkan pula Peraturan Pemerintah (PP) yang bisa mengayomi bukan hanya Kereta Cepat Jakarta-Bandung, melainkan juga seluruh wilayah lainnya sesuai rencana untuk mengembangkan sampai Surabaya.
“Karena kan pemerintahan baru ini dan juga nanti ada rencana pengembangan Jakarta sampai dengan Surabaya. Jadi nanti ada bisa dikatakan komite yang melibatkan banyak kementerian yang lainnya. Tentu Kemenko Infrastruktur menjadi, bisa dikatakan koordinatornya lah,” terang AHY.
AHY menambahkan, akan banyak belajar dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, sebelum jadi mengembangkan sampai Surabaya.
Tujuannya agar tidak ada permasalahan dalam perencanaan maupun eksekusi, terutama dari sisi pembiayaan.
“Jadi kita akan pelajari apa yang menjadi pengalaman Jakarta-Bandung. Kalau ada yang kurang pas, ya tentu bisa menjadi pelajaran buat kita. Sekaligus juga kita terus melakukan benchmark terhadap negara-negara maju atau negara-negara lain yang sudah lebih advance mengembangkan jalur-jalur konektivitas kereta cepatnya,” pungkas AHY.





