Home / Daerah / Musrenbang Purwosari: Bupati Gunungkidul Puji Kelengkapan Data Infrastruktur

Musrenbang Purwosari: Bupati Gunungkidul Puji Kelengkapan Data Infrastruktur

 

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Kapanewon Purwosari menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan 2027 (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2027, di Kantor Kapanewon Purwosari, Kamis, (22/1/2026). Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, jajaran DPRD Dapil 5, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini menjadi momentum penting dalam sinkronisasi usulan pembangunan dari tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, memberikan apresiasi tinggi kepada Panewu Purwosari karena dinilai memiliki paparan data infrastruktur paling lengkap di antara 12 kapanewon lainnya.

“Data tersebut mencakup detail kerusakan jalan hingga tingkat dusun, seperti jalan lingkungan di Giri Asih yang mengalami rusak berat sepanjang 422 meter di Padukuhan Ngoro-oro, jadi kita mudah mengidentifikasi dan mengintervesi bersama.” ujar Bupati Endah.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mencarikan solusi bagi jalan-jalan yang bukan menjadi kewenangan kabupaten melalui berbagai skema, seperti PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas), Dana Keistimewaan, hingga program padat karya yang mengedepankan semangat gotong royong.

“Kebutuhan jalan di tingkat dusun ada di sini, dan belum ada kapanewon lain yang menyampaikan se-detail ini,” ujar Bupati dalam arahannya. Selain itu, pemerintah juga merencanakan rekonstruksi ruas jalan Ploso-Giritirto pada tahun 2026 mendatang.

Di sisi lain, Panewu Purwosari Subiyantoro memaparkan sejumlah tantangan unik yang dihadapi wilayahnya. Salah satu yang menonjol adalah fenomena serangan monyet ekor panjang yang mulai meresahkan warga, “Kita laporkan Ibu bahkan di beberapa titik jumlah populasi monyet dilaporkan telah melebihi jumlah penduduk setempat, hal ini menyebabkan gangguan pada sektor pertanian dan alih komoditas didaerah tersebut.” ungkap Panewu Purwosari.

Terkait pariwisata, Panewu menyoroti kendala yang ditimbulkan oleh navigasi digital, Ia mengatakan banyak wisatawan yang mengikuti rute dari Google Maps diarahkan ke jalur yang berbahaya dan terjal, “Jadi waktu Nataru kemarin dan libur panjang, warga harus bergotong royong menjaga kondisi jalan demi keselamatan pengunjung menuju destinasi seperti Paralayang dan Pantai Bekap.” kata Subiyantoro.

Selain infrastruktur fisik, Musrenbang juga menyoroti capaian bantuan sosial dan pertanian. Selama lima tahun terakhir, lima Kalurahan di Kapanewon Purwosari telah menerima berbagai bantuan mulai dari benih padi dan jagung hingga alat mesin pertanian seperti traktor dan kultivator.

Dalam aspek kesejahteraan sosial, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut melakukan intervensi melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Giritirto, Giripurwo, dan Girijati untuk membantu warga yang membutuhkan.

Musrenbang ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pembangunan Kapanewon Purwosari yang lebih terukur, mengingat kolaborasi erat antara eksekutif yang merencanakan pembangunan dan legislatif (DPRD) yang memberikan pengesahan anggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *