Home / Tokoh Kita / KH. Nawawi Abdul Aziz

KH. Nawawi Abdul Aziz

KH. Nawawi Abdul Aziz lahir pada tanggal 17 Juli 1925 M, di Tulusrejo, Grabag, Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah dan wafat pada tanggal 24 Desember 2014 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta. beliau merupakan putra dari pasangan Kiai Abdul Aziz dan Nyai Bandiyah keluarga yang agamis. KH. Nawawi Abdul Aziz menikah dengan Ny. Hj. Walidah Munawwir pada tanggal 28 Agustus 1952 yang merupakan putri dari pasangan KH. Muhammad Munawwir dan Ny. Raden Ayu Mursyidah Krapyak, dari pernikahan ini beliau dikaruniai sebelas orang putra putri, kemudian KH. Nawawi mendirikan pondok pesantren An-Nur pada tahun 1976 di dusun Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

  • Pendidikan

KH. Nawawi Abdul Aziz saat belia belajar Al-Qur’an secara langsung oleh ayahnya Kiai Abdul Aziz yang terkenal sangat disiplin dan juga memperdalam kitab di Madrasah Diniyah Islam, Jono asuhan Kiai Anshori, setelah itu beliau melanjutkan belajar ke pondok pesantren Miftahul ‘Ulum Lirap, Kebumen, Jawa Tengah yang terkenal dengan ilmu gramatika bahasa arab (nahwu & shorrof) pada waktu itu diasuh oleh KH. Luqman, setelah selesai beliau melanjutkan belajar di Jawa Timur tepatnya di Pondok Pesantren Al Azhar, Tugung, Banyuwangi asuhan KH. Abbas yang merupakan murid dari Syaikhona Kholil Bangkalan, disana beliau belajar banyak fan keilmuan seperti: fiqih, tafsir, hadits dan kitab tasawuf, karena situasi di Jawa Timur yang tidak stabil akibat agresi militer Belanda di Surabaya, beliau memutuskan untuk kembali ke Purworejo, setelah itu melanjutkan belajar di pondok pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta untuk belajar Al-Qur’an yang pada waktu itu diasuh oleh KH. R. Abdul Qadir Munawwir, karena ke Istiqomahannya beliau berhasil menghafal Al-Qur’an 30 Juz dengan waktu yang relatif singkat yakni delapan belas bulan dengan mutqin. Setelah selesai beliau memutuskan untuk melanjutkan belajar qiro’ah sab’ah ke pondok pesantren Yanbu’ul Qur’an, Kudus, Jawa Tengah di bawah asuhan KH. Arwani Amin yang merupakan murid dari KH. Munawwir Krapyak.

 

 

  • Karir

 

KH. Nawawi Abdul Aziz menjadi Imam di Masjid Agung Magelang dari tahun 1956 sampai tahun 1990-an, selanjutnya dalam organisasi KH. Nawawi Abdul Aziz pernah menjabat sebagai Hakim Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Bantul yang pertama kali pada tahun 1961 sampai dengan 1970, dan menjadi Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama’ (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta selama dua periode yaitu tahun 1984 sampai dengan 1991.

 

 

  • Karya

 

KH. Nawawi Abdul Aziz memiliki beberapa karya monumental yang saat ini masih digunakan oleh santri dan juga jama’ah An-Nur antara lain: kitab risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah yang berjudul “Alaikum Bis Sawadhil A’dhom”, kitab fashalatan “Nadzhom Fiqih”, selain itu beliau menjadi penulis naskah “Tafsir Al Ibriz” karya KH. Bisri Musthofa.

Estafet Kepemimpinan Pondok Pesantren An-Nur sekarang diteruskan oleh putra-putri beliau yang pada saat ini tercatat memiliki 3655 santri berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seiring perkembangannya pondok pesantren An-Nur telah memiliki banyak lembaga, seperti lembaga formal: Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah ‘Aliyah (MA), Madrasah Wustho Unggulan (MWU), Madrasah Ulya, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ), dan lembaga non formal seperti: Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah, TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) dan Majelis Taklim An Nur, meskipun sosok beliau sudah tidak ada akan tetapi jejak tinggalan dan warisannya masih tetap abadi oleh sebab itu tulisan ini kami persembahkan untuk memperingati haul Almaghfurlah KH. Nawawi Abdul Aziz yang ke-11 dan hari lahir Pondok Pesantren An-Nur yang ke-49. Semoga dapat menjadi sumber inspirasi dan teladan untuk santri dan keluarga besar An-Nur.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *