|
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memberikan pengarahan dalam acara pembinaan dan penguatan ASN, PNS, P3K, serta P3K Paruh Waktu jenjang sekolah dasar di Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kapanewon Wonosari, yang digelar di Bangsal Sewokoprojo, Jumat, (23/1/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 450 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan kinerja pelayan publik di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Endah menekankan pentingnya bagi para guru untuk terus mengembangkan diri dan tidak menutup kemungkinan bagi tenaga pendidik untuk meraih posisi struktural di pemerintahan.
Ia mencontohkan Kepala Dinas Pendidikan saat ini, Nunuk Setyowati, yang mengawali kariernya sebagai guru TK/PAUD namun berhasil menjadi kepala dinas berkat kerja keras dan pendidikan.
“Saya mendorong Bapak Ibu guru untuk memanfaatkan berbagai peluang beasiswa yang ada, baik dari pemerintah daerah maupun kerja sama dengan kampus.” pesan Bupati.
Bupati juga menyinggung kondisi P3K Paruh Waktu yang saat ini bekerja penuh waktu namun dengan penghasilan yang belum penuh. Bupati berpesan agar para tenaga honorer dan P3K tidak menyerah atau terburu-buru mengundurkan diri, karena pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, melaporkan bahwa pada tahun 2026, anggaran bantuan rehabilitasi sekolah mengalami kenaikan sebesar 100% dengan menyasar 197 titik kerusakan.
“Pemerintah juga telah menyediakan ribuan beasiswa, terdiri dari 1.390 beasiswa prestasi dan 3.646 beasiswa “Gunung Kidul Cerdas” untuk mencegah anak putus sekolah.” papar Kepala Dinas Pendidikan.
Nunuk juga mengapresiasi perubahan perilaku para guru di wilayah Wonosari yang kini menjadi barometer percontohan, para guru dilaporkan sudah meninggalkan penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) konvensional, tidak lagi melakukan manipulasi nilai, serta telah menerapkan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) demi mewujudkan sekolah ramah anak.
Acara pembinaan ini diakhiri dengan harapan agar para tenaga pendidik terus memberikan manfaat maksimal bagi anak didik sebagai pemegang estafet kepemimpinan bangsa di masa depan.


