|
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 M Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh MWCNU Kapanewon Ponjong, dirangkai dengan Sholawat bersama Gus Wahid dan iringan Hadroh MDS Rijalul Anshor Ranting Sawahan. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Ar-Rohman, Sambirejo, Sawahan, Kapanewon Ponjong, Jumat (23/1/2026).
Ketua Panitia MWCNU ponjong, Rojak Harudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa memasuki abad kedua, Nahdlatul Ulama diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah dan masyarakat melalui ketaatan terhadap kebijakan para pemimpin daerah. Ia juga mendorong penguatan kegiatan ibadah di masjid serta peningkatan aktivitas keagamaan hingga tingkat dusun guna menjaga nilai-nilai spiritualitas di tengah masyarakat.
Selain itu, Rojak Harudin mengumumkan rencana pembangunan gedung baru MWCNU Ponjong, yang diharapkan mendapat dukungan penuh dari seluruh warga Nahdliyin. Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi simbol semangat pengabdian NU dalam menyelaraskan peran agama dengan kerukunan hidup berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Joko Parwoto menegaskan bahwa perjalanan seratus tahun Nahdlatul Ulama merupakan perjalanan panjang yang sarat dengan pengorbanan, ketulusan, dan keikhlasan. Ia menyebut NU lahir dari pesantren-pesantren sederhana, langgar-langgar desa, serta doa para kiai dan santri yang turut menjaga Indonesia tetap berdiri, utuh, dan beradab.
“Di Gunungkidul, NU telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat—membina umat, menjaga harmoni sosial, serta menanamkan nilai keagamaan yang teduh dan menyejukkan,” ujar Joko Parwoto.
Ia juga menilai bahwa NU di Ponjong, khususnya di Sawahan, telah hidup berdampingan dengan masyarakat melalui pendidikan, keteladanan, serta semangat merangkul seluruh elemen umat.
Menurutnya, tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia” menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah amanah yang harus terus dijaga dan diisi dengan nilai-nilai luhur.
“Peradaban yang mulia tidak dibangun oleh gedung-gedung tinggi, melainkan oleh manusia-manusia yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial,” tegasnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Joko Parwoto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nahdlatul Ulama yang selama ini konsisten menjadi penyangga moral bangsa, penjaga nilai Islam moderat, serta penguat persatuan nasional.
Secara khusus, ia berpesan kepada generasi muda NU, termasuk Ansor dan Banser, agar mampu menjaga idealisme, merawat akhlak, memperluas ilmu, serta menguatkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Bangsa ini membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beradab; tidak hanya kuat, tetapi juga berempati; dan tidak hanya berani, tetapi juga beretika,” ujarnya.
Melalui majelis sholawat yang digelar, Wakil Bupati berharap semakin terbangun kecintaan kepada Rasulullah SAW, tereratkan persaudaraan, serta semakin kokoh komitmen kebangsaan. Ia pun menutup sambutan dengan mengucapkan selamat memperingati Harlah Nahdlatul Ulama ke-100 M, seraya berharap NU senantiasa menjadi penopang persatuan bangsa, pengayom umat, dan pelita bagi terwujudnya peradaban yang luhur.



