Home / Politik / Dorong Peternak Lahat Naik Kelas, Safri Dampingi Warga dan Salurkan Puluhan Kambing serta Sapi

Dorong Peternak Lahat Naik Kelas, Safri Dampingi Warga dan Salurkan Puluhan Kambing serta Sapi

 

Lahat,REDAKSI17.COM – Kebutuhan akan protein hewani seperti daging dan telur menjadi salah satu pilar gizi masyarakat, sekaligus komoditas strategis dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. Catatan terbaru dari Satu Data Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan Kabupaten Lahat menghasilkan sejumlah daging ternak seperti kambing, kerbau, dan sapi yang masing-masing sekitar 140.567 kg, 26.477 kg, dan 463.680 kg, mencerminkan peran penting subsektor peternakan dalam ekonomi lokal.

Produksi ini dinilai turut berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan gizi harian masyarakat. Untuk mendorong hasil ternak, diperlukan upaya memperkuat produksi dan distribusi protein hewani menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Menanggapi peluang itu, Anggota DPRD Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Safri, mengusung pendekatan ketahanan pangan hewani yang tidak hanya fokus pada produksi tapi juga pada pemberdayaan masyarakat peternak.

Sejak awal masa baktinya, Safri menaruh perhatian khusus pada kelompok tani dan peternak Lahat, khususnya di Dapil Lahat 2 yang meliputi Kecamatan Merapi Barat, Merapi Timur, dan Merapi Selatan.

Di beberapa desa, ia telah menyalurkan bantuan ternak kambing dan sapi kepada puluhan keluarga peternak sebagai bentuk dukungan langsung terhadap usaha produktif mereka. Aksi nyata ini dilakukannya dengan bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Lahat.

“Alhamdulillah, melalui Pokok Pikiran atau Pokir selaku Anggota DPRD, saya sudah menyerahkan 5 ekor sapi ke kelompok ternak Abdil Jaya di Desa Tanjung Baru Kecamatan Merapi Barat,” ujarnya memaparkan kegiatan yang berlangsung pada November 2025 silam itu.

Masih di bulan dan kecamatan yang sama, Safri juga mewujudkan langkah pemberdayaan dengan menyerahkan 52 ekor kambing ke Kelompok Ternak Merapi Anugerah Bersatu yang berada di Desa Merapi.

Menurut Safri, peternak sangat antusias dan semakin bersemangat menjalankan usaha. Inisiatif ini dilakukannya berdasarkan aspirasi masyarakat yang mayoritas adalah kelompok tani dan peternak kecil yang selama ini bekerja keras namun membutuhkan dukungan modal dan akses pasar.

“Ini bukan sekadar bantuan hewan ternak, tetapi juga investasi warga yang saya harap bisa menjadi sumber pendapatan keluarga. Ketika keluarga punya sapi atau kambing, itu berarti ada penghasilan tambahan yang bisa menunjang kebutuhan sehari-hari,” ujar wakil rakyat dari Partai Perindo ini.

Ia menambahkan para peternak menunjukkan pertumbuhan usaha setelah pendampingan dan bantuan tersebut.

Melihat respons positif dari warga, Safri juga sudah merencanakan program pengembangan ayam petelur dan ternak entog atau mentok pada tahun 2026. Program ini dirancang agar peternak lokal bisa memanfaatkan komoditas unggas yang memiliki pasar stabil.

“Permintaan telur di pasar lokal sangat tinggi. Melalui model ayam petelur dan entog, kami berharap kelompok peternak bisa memiliki usaha yang berkelanjutan, bukan hanya sekali bantuan,” kata Safri.

Rencana tersebut juga mempertimbangkan potensi pasar lokal yang jelas di Lahat, di mana konsumsi protein hewani menjadi bagian rutinitas konsumsi masyarakat. Dengan menguatkan produksi telur lokal, Safri percaya peternak bisa lebih mandiri dan pendapatan keluarga meningkat.

Menurutnya, program peternakan ini diarahkan agar keluarga petani memiliki sumber penghasilan rutin, bukan hanya bergantung pada sektor tambang atau pekerjaan musiman.

Usulan Pasar Hewan

Pria kelahiran Merapi ini juga mendorong pemerintah kabupaten Lahat mempertimbangkan pembangunan pasar hewan. Menurutnya, keberadaan pasar hewan akan efektif menghubungkan produsen dan konsumen secara langsung sehingga harga menjadi lebih adil dan peternak tak tergantung pada perantara.

Ia mencontohkan model pasar hewan yang sukses berkembang di kabupaten lain seperti Ogan Komering Ilir yang memberi ruang perdagangan yang jelas bagi peternak dan pembeli.

“Pasar hewan akan membuka ruang baru bagi peternak kita untuk bertransaksi secara langsung, meningkatkan volume jual, dan memberikan harga yang lebih baik. Ini salah satu solusi agar usaha peternakan jadi lebih produktif dan terukur,” ujar anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lahat bidang pembangunan ini.

Dengan langkah-langkah tersebut, Safri berharap Lahat tidak hanya produktif dari sisi pertanian tetapi juga kuat dalam ketahanan pangan hewani, memberikan dampak nyata pada kesejahteraan masyarakat dan memperluas peluang kerja di luar sektor tambang.

“Lahat memang memiliki sumber daya alam berupa tambang batubara, ini bagus. Di sisi lain, bekerja di tambang ada kualifikasi profesional yang harus dipenuhi termasuk umur. Nah, warga yang sudah lewat batas maksimal umurnya, tetap berpeluang memiliki usaha melalui peternakan. Kita sama-sama dukung dan berdayakan,” ujar Safri.

Ia menegaskan, sebagai Anggota DPRD dan kader Partai Perindo yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, pihaknya siap terus berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten, dinas terkait, hingga pelaku usaha demi meningkatkan pendapatan warga dan memperkuat ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *