Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (23/01) di zona merah dengan koreksi 0,46% ke level 8.951,01.
Meski indeks melemah, sejumlah saham masih bergerak menguat, di antaranya MORA yang melonjak 8,10%, disusul BBRI naik 1,05% dan DCII bertambah 1,87%. Di sisi lain, tekanan cukup dalam terjadi pada AMMN yang turun 6,19%, PTRO merosot 14,85%, serta BRPT melemah 5,82%.
Dari sisi transaksi investor, asing mencatatkan aksi jual bersih Rp116,72 miliar di pasar reguler, namun secara agregat masih membukukan beli bersih Rp759,08 miliar di seluruh pasar.
Secara sektoral, mayoritas sektor berakhir di zona negatif, dengan 9 dari 11 sektor ditutup melemah. Sektor Transportation mencatat penurunan paling dalam sebesar 2,29%, sementara sektor Healthcare justru menjadi penahan dengan kenaikan 0,64%.
Berita Emiten
Mora Telematika Indonesia (MORA) dan Ketrosden Triasmitra (KETR)
Ketrosden Triasmitra (KETR) melalui anak usahanya Jejaring Mitra Persada (JMP) menggandeng Mora Telematika Indonesia (MORA) untuk menggarap proyek kabel serat optik bawah laut rute Jakarta–Batam–Singapura. Proyek ini merupakan bagian dari Sistem Komunikasi Kabel Laut Rising 8 dengan total panjang mencapai 1.128,5 km.
Pada tahap awal, segmen Jakarta–Batam sepanjang 1.053,5 km ditargetkan selesai pada akhir kuartal I-2026. Infrastruktur tersebut akan menggunakan sistem kabel bawah laut berpenguat (repeatered submarine cable system) berkapasitas hingga 400 Tbps, dengan kabel produksi Norddeutsche Seekabelwerke (NSW) dari Prysmian Group Jerman serta 11 repeater dari Alcatel Submarine Networks Prancis untuk mendukung 16 pasang serat optik, masing-masing berkapasitas 25 Tbps.
Ke depan, KETR juga membuka peluang keterlibatan dalam pengembangan SKKL Indonesia Tengah sepanjang 8.732 km dengan target komersialisasi pada 2027.
Erajaya Swasembada (ERAA)
ERAA mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp150 miliar.
Aksi korporasi ini akan dilakukan secara bertahap mulai 23 Januari hingga 23 April, mengacu pada POJK No. 13/2023 yang memungkinkan buyback tanpa persetujuan RUPS, selama jumlah saham yang dibeli tidak melebihi 20% dari modal disetor dan porsi saham publik tetap terjaga minimal 7,5%.
Seluruh dana buyback berasal dari kas internal perseroan yang tercatat sebesar Rp1,81 triliun per periode 9M25. Dari sisi pergerakan harga, saham ERAA tercatat bergerak menembus pola tren sebelumnya dengan dukungan peningkatan volume, membuka ruang pergerakan lanjutan ke area Rp446.
Rekomendasi Saham Hari Ini
ERAA – Buy 426-432 | TP 438-450 | SL 400
ERAA
Transaksi di sini
Powered by
INCO – Buy 6675-6750 | TP 6925-7225 | SL 6325
INCO
Transaksi di sini
Powered by
BUMI – Buy 352-358 | TP 368-380 | SL 330
BUMI
Transaksi di sini
Powered by
DEWA – Buy 670-685 | TP 700-720 | SL 630
DEWA
Transaksi di sini
Powered by
BULL – Buy 535-550 | TP 570-590 | SL 505
BULL
Transaksi di sini
Powered by
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.





