Home / Sains dan Teknologi / Sejarah Air Minum Isi Ulang di Indonesia

Sejarah Air Minum Isi Ulang di Indonesia

Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa tergantikan. Namun, cara masyarakat Indonesia mengakses air minum mengalami transformasi signifikan dalam dua dekade terakhir. Dari mengandalkan sumur gali, PDAM, hingga air minum dalam kemasan (AMDK), kini air isi ulang menjadi salah satu pilihan utama. Bagaimana sejarah kemunculannya, dan mengapa hingga saat ini masih sangat relevan?

Awal Mula Air Isi Ulang

Air minum isi ulang mulai dikenal luas di Indonesia pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Saat itu, AMDK sudah populer, tetapi harganya dirasa kurang terjangkau untuk konsumsi harian. Di sisi lain, kualitas air keran atau sumur di banyak daerah belum memenuhi standar kesehatan. Celah inilah yang kemudian diisi oleh depo air isi ulang, yang menawarkan air minum sehat dengan harga lebih murah dibandingkan AMDK.

Pertumbuhan Pesat di Era 2000-an

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas air, industri air isi ulang berkembang sangat pesat. Menurut data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2013 sebanyak 28,5% rumah tangga di Indonesia menggunakan air isi ulang sebagai sumber utama. Angka ini bahkan terus meningkat hingga mencapai 17,9 juta rumah tangga pada 2022, menandakan air isi ulang bukan sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

Mengapa Masih Relevan?

Ada beberapa alasan mengapa air minum isi ulang tetap diminati hingga sekarang:

  1. Harga Terjangkau – Biaya produksi dan distribusi lebih rendah dibanding AMDK, membuatnya ramah di kantong.
  2. Kualitas Setara AMDK – Teknologi seperti 100% Ozon™ menjamin keamanan dan kesegaran air.
  3. Ramah Lingkungan – Sistem galon guna ulang mengurangi limbah plastik sekali pakai.
  4. Mudah Diakses – Jaringan depo isi ulang tersebar luas di perkotaan maupun pedesaan.

Air Minum Biru: Konsisten Sejak 2002

Di tengah persaingan industri, Air Minum Biru hadir sejak 2002 sebagai salah satu pelopor depo isi ulang modern di Indonesia. Berawal dari satu gerai di Surabaya, kini Biru telah memiliki lebih dari 808 gerai di 46 kota. Dengan standar operasional ketat, teknologi 100% Ozon™, serta harga hanya sepertiga dari AMDK, Biru berhasil menjaga kepercayaan jutaan keluarga Indonesia.

Sejarah panjang air isi ulang membuktikan bahwa inovasi sederhana mampu menjawab kebutuhan vital masyarakat. Hingga kini, air isi ulang tetap relevan karena menghadirkan kombinasi kualitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan. Air Minum Biru adalah salah satu contoh nyata bagaimana sebuah brand bisa konsisten melayani masyarakat sekaligus tumbuh memimpin pasar.

Kami penyedia air aquades dan bahan-bahan laboratorium,info 087849378899

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *