Home / Daerah / Bupati Gunungkidul Serahkan Tali Asih Kematian Ternak dan Canangkan Gerakan Bersih Kandang di Kelompok Andini Mulyo

Bupati Gunungkidul Serahkan Tali Asih Kematian Ternak dan Canangkan Gerakan Bersih Kandang di Kelompok Andini Mulyo

 

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, melakukan kunjungan kerja dalam rangka Gerakan Bersih Kandang Bareng Bupati yang dipusatkan di kelompok kandang komunal Andini Mulyo, Padukuhan Sawahan 1, Kelurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Rabu, (28/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyerahkan sejumlah bantuan simbolis sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para peternak yang mengalami kerugian akibat wabah penyakit hewan.

Acara diawali dengan penyerahan bantuan tali asih bagi para peternak yang hewan ternaknya mati akibat penyakit menular. Selain itu, diserahkan pula bantuan fungisida dan pestisida kepada kelompok tani Gayamrejo sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian secara menyeluruh.

Dalam arahannya, Bupati Endah Subekti menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Gngkil berkomitmenkomitmen untuk melindungi peternak melalui kebijakan khusus. Ia menyatakan bahwa Gunungkidul merupakan daerah pertama di Indonesia yang memiliki Peraturan Bupati (Perbup) terkait pemberian tali asih bagi peternak yang hewannya mati akibat penyakit menular.

“Pemerintah hadir untuk mengobati kesedihan petani yang kehilangan asetnya. Meskipun nilainya mungkin tidak sebanding dengan harga sapi, ini adalah bentuk rasa kasih sayang pemerintah agar peternak memiliki modal untuk membeli ternak lagi,” ungkap Bupati dalam sambutannya.

Selain penyerahan bantuan, Bupati juga meninjau langsung aktivitas di Andini Mulyo, sebuah kelompok ternak yang ia sebut sebagai “Living Lab” atau laboratorium hidup bagi para peternak dan mahasiswa untuk belajar.

“Kelompok ini dinilai berhasil dalam mengelola kandang komunal serta mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik.” kata Bupati.

Namun, dalam diskusi tersebut, peternak menyampaikan kendala berupa sulitnya proses pengeringan kotoran sapi di musim penghujan, sehingga Bupati mengidentifikasi perlunya bantuan alat pengering di masa mendatang.

Terkait kesehatan hewan, Bupati bersama Dinas Pertanian dan Pangan mencanangkan gerakan pembersihan kandang guna mencegah penyebaran penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), LSD, dan Lato-lato. Bupati mengingatkan bahwa kunci utama kesehatan ternak terletak pada kebersihan lingkungan kandang.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Rismiyadi, Ketua Baznas Gunungkidul, Panewu Playen, serta jajaran Forkopimkap lainnya.

Lurah Bleberan, Bambang Fajarudin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dan berharap kunjungan ini dapat membawa keberkahan serta solusi atas aspirasi-aspirasi yang disampaikan oleh para peternak di wilayahnya.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa dari Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sedang melakukan pendampingan kepada para peternak di lokasi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga secara resmi meluncurkan aplikasi “Lapor Ternak” yang ditujukan bagi masyarakat dan peternak untuk mempermudah akses layanan kesehatan hewan.

“Melalui aplikasi ini, peternak dapat melakukan konsultasi dengan dokter hewan cukup dengan memindai kode batang (barcode) yang akan dibagikan ke berbagai titik, serupa dengan sistem yang diterapkan di tempat pariwisata Gunungkidul.” ujar Bupati.

Ia mengatakan, layanan ini terhubung langsung ke Dinas Pertanian guna memastikan penanganan cepat bagi sapi yang sakit.

Selain transformasi digital, pemerintah juga menyoroti inovasi pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk serta optimalisasi pemberian pakan melalui penggunaan alat pemotong.

“Kita tadi melihat langsung, penggunaan alat ini bertujuan agar sapi dapat mengonsumsi pakan secara maksimal hingga habis tanpa meninggalkan sisa batang.” kata Bupati Endah.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, para peternak juga didorong untuk membuat silase atau bank pakan.

Dalam upaya menjaga kesehatan ternak dari ancaman penyakit menular seperti Lumpy Skin Disease (LSD) serta Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Bupati Endah mencanangkan beberapa gerakan penting, seperti Gerakan bersih kandang, Pemeriksaan sapi secara rutin dan yang terbaru Gerakan “kamar mandi sapi”, yaitu penyediaan tempat khusus untuk memandikan ternak di masing-masing kandang, terutama bagi wilayah yang tidak memiliki akses ke telaga.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati terhadap kerugian yang dialami peternak, Pemerintah juga memberikan tali asih bagi peternak yang sapinya mati akibat penyakit menular sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pada bulan ini, terdapat total tujuh peternak yang berhak menerima bantuan tersebut, di mana tiga di antaranya diundang secara seremonial.” ungkap Bupati.

Salah satu penerima bantuan diketahui kehilangan sapi jenis “metal” yang telah dipelihara selama lebih dari delapan tahun. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban para peternak dan memotivasi mereka untuk terus meningkatkan standar perawatan ternak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *