Home / Daerah / Relokasi Lapak, Adaptasi Pedagang Menata Ulang Usaha

Relokasi Lapak, Adaptasi Pedagang Menata Ulang Usaha

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Beberapa pemilik lapak yang sebelumnya beroperasi di Jalan Dr. Sardjito dan Jalan Kahar Muzakir kini mulai memadati Lantai 2 Pasar Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Memasuki minggu kedua setelah direlokasi, para pedagang mengaku masih dalam proses adaptasi terhadap lingkungan baru.

Salah seorang pemilik kios servis tas dan koper, Isa Ansori (65) menyatakan, relokasi tersebut memaksa dirinya untuk beradaptasi pada lingkungan dan kebiasaan baru. Meski didukung dengan fasilitas yang memadai, terjadi perubahan pada pola transaksi yang berdampak pada menurunnya jumlah pelanggan.

“Kita di sana (trotoar) itu ya berusaha saja cari uang, enak. Dalam arti enak kan orang tinggal mampir, betulin. Kalau di sini ya agak sedikit adaptasi bagaimana seperti itu,” ungkapnya.

Ia memilih untuk menaati kebijakan relokasi yang ditetapkan pemerintah. “Soalnya kita ya secara disitu kan kita nggak punya tempat, itu kan tempat-tempat pemerintah juga, tempat Pemprov. Jadi kita juga kalau masalah kita mau ngeyel atau apa kita nggak bisa, kita harus menuruti aturan,” jelasnya.

Menjelang Ramadan dan Lebaran, ia berharap dapat segera beradaptasi dengan tempat baru dan dapat mencapai target penjualan.

“Mudah-mudahan hari lebaran ini, mulai hari lebaran itu kita bisa ngejar target dalam arti kebutuhan-kebutuhan orang yang mau mudik, apa yang mau puasa, itu juga kan butuh untuk bikin baru, apa gimana seperti itu,” pungkasnya.

Senada, pemilik kios buku, Wahyu Narmi mengungkapkan, kios barunya belum memberikan kemudahan akses seperti lokasi lama yang berada di pinggir jalan. Calon pembeli harus melewati beberapa tahap perjalanan untuk dapat menemukan kios yang dituju.

“Kalau disana kan ada orang lewat, lihat, mampir, turun (dari) motor langsung depan toko. Disini kan masih tempat baru, apalagi kadang orang (bisa langsung) nanya disana, kalau disini kan masih nyari-nyari (kios barunya),” ujarnya.

Meski begitu, penjualan mulai menunjukkan peningkatan, memasuki minggu kedua semenjak direlokasi. “Dari tadi pagi alhamdulillah sudah mulai laku. Kita tekunin aja sih siapa tahu nanti kedepannya makin lama (makin) ramai lagi dan dikenal gitu kan ya,” ujarnya.

Sementara itu, Ricky Pratama, mahasiswa Hukum UGM sekaligus pelanggan kios buku menilai, penertiban lapak tersebut membawa dampak positif bagi keselamatan lalu lintas dan tata kota yang terstruktur.

“Kalau misalnya di pinggir jalan kayak gitu kan juga menghalangi jalan, terus juga susah mendapatkan akses di sana ya. Makanya itu dipindahin ke sini biar lebih efektif dan juga ya lebih tertata rapi aja sih,” imbuhnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat berkontribusi promosi keberadaan kios-kios baru di Pasar Terban tersebut. “Mungkin lebih banyak informasi ya, perpindahan ini kan baru ya, nah itu semuanya belum tau. Kemudian juga di sini kalau dilihat masih agak sepi ya, makanya itu butuh pemasaran atau kayak gimana yang bisa agar (Pasar Terban) lebih rame lagi dan lebih efektif lagi sih,” jelasnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengungkapkan, penertiban lapak di area trotoar dilakukan untuk mendukung pembangunan taman dan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman. “Jadi kami akan segera memanfaatkan trotoar itu untuk taman dan untuk pekerjaan pedestrian,” tuturnya.

Pemkot Yogyakarta berencana segera merealisasikan revitalisasi trotoar, guna menanggulangi area trotoar kembali digunakan untuk berjualan. “Langsung kita jadikan taman. Begitu sudah pindah, Satpol PP juga menjaga supaya tidak dipakai. Jangan sampailah dipakai lagi untuk ini (berjualan),” tegas Hasto.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *