
KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat memberikan bantuan tali asih kepada AR (9) siswi kelas 3 SD Negeri Gembongan, Kapanewon Sentolo. Bantuan diberikan menyusul kondisi AR yang harus bersekolah sambil membawa adiknya karena himpitan ekonomi dan persoalan keluarga.
Tali asih diberikan langsung kepada AR di kompleks SD Negeri Gembongan, pada Selasa (27/1/2026). Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi, menjelaskan langkah ini merupakan bentuk respon cepat setelah pihaknya menerima laporan mengenai kondisi sosial dan ekonomi keluarga AR.
“Kami sangat tersentuh dengan semangat dan keteguhan anak ini. Ia menunjukkan keteladanan luar biasa di usia yang masih sangat muda,” ujar Nur Wahyudi dalam keterangan resmi, Rabu (28/1/2026).
Diketahui bahwa bocah asal Salamrejo, Sentolo ini terpaksa membawa adik pertamanya ER (3) ke sekolah karena kondisi ibunya, Rubiyanti (36) yang sedang berjuang melawan penyakit kanker payudara. Dalam kondisi fisik yang lemah, sang ibu yang merupakan orang tua tunggal kesulitan menjaga kedua adik AR di rumah.
Kondisi tersebut memaksa AR mengambil alih peran sebagai kepala rumah tangga di usia dini, mulai dari mengurus kebutuhan rumah dan merawat sang ibu. Tidak hanya itu, AR juga mengasuh adiknya saat jam pelajaran berlangsung, di mana hal ini sudah dilakoni sejak 6 bulan terakhir.
Meski harus membagi fokus antara pelajaran dan menenangkan sang adik di dalam kelas, AR dikenal sebagai siswi yang tekun. Kepala Sekolah SD N Gembongan, Pri Hastuti Komarul mengungkapkan AR adalah murid yang rajin dan memiliki prestasi belajar yang baik.
“Setiap pagi ia membawa dua tas, satu berisi buku dan satu lagi berisi perlengkapan adiknya seperti susu dan pakaian ganti. Ia tidak pernah mengeluh,” ungkapnya.
Melalui pemberian tali asih ini, Disdikpora Kulon Progo berharap dapat meringankan beban ekonomi keluarga AR. Selain bantuan materi, dukungan moral terus diberikan agar AR tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa harus kehilangan haknya sebagai anak-anak.


