Home / Daerah / Bupati Gunungkidul Tinjau Kondisi Rumah Memprihatinkan Ibu Sayem di Gedangsari, Pastikan Bantuan Segera Disalurkan

Bupati Gunungkidul Tinjau Kondisi Rumah Memprihatinkan Ibu Sayem di Gedangsari, Pastikan Bantuan Segera Disalurkan

 

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan perhatian serius terhadap kondisi hunian Ibu Sayem, warga Gunung Cilik RT 07, Kelurahan Watu Gajah, Kapanewon Gedangsari.

Kunjungan lapangan dilakukan langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, didampingi oleh Ketua Baznas, Mustangid, Panewu Gedangsari, serta jajaran Forkom, Lurah, dan Dukuh setempat, Rabu, (28/1/2026).

“Setelah kita lihat langsung, rumah Mbah Sayem ini sangat memprihatinkan karena tidak memiliki fasilitas dapur maupun kamar mandi, sehingga seluruh aktivitas seperti memasak, belajar, dan tidur dilakukan di dalam satu ruangan yang sama.” ungkap Bupati Endah.

 

Bupati menegaskan bahwa kondisi keluarga Ibu Sayem menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk segera ditangani guna memberikan rasa aman dan nyaman.

*Kondisi Keluarga yang Membutuhkan Perhatian Khusus*

Sayem sendiri tinggal bersama ibunya yang sudah tidak bisa melihat serta seorang keponakan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Selain kendala ekonomi, Sayem sendiri diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Selama ini, kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih dibantu oleh Ibu Dukuh setempat, sementara fasilitas kamar mandi berada di luar rumah atas bantuan warga.” kata Bupati Endah.

Bupati menambahkan, saat ini Ia bersama Baznas bergerak cepat untuk segera melakukan bedah rumah untuk Sayem dan diharapkan setelah selesai dapat menjadi hunian yang layak dan aman.

 

Bupati juga memastikan bahwa persoalan ini akan segera diselesaikan bersama Baznas. Ia juga mengajak seluruh warga masyarakat untuk turut serta bergotong royong, terutama saat bantuan material tiba nantinya.

“Ini adalah gerakan kemanusiaan. Membantu sesama dan beramal saleh tidak akan mengantarkan kita kepada kemiskinan, tetapi justru menambah spirit kita untuk selalu bersyukur,” ujar Bupati.

Bupati juga menghimbau kepada perangkat desa maupun dusun untuk segera melaporkan jika menemukan warga dengan kondisi serupa agar pemerintah dapat segera hadir memberikan bantuan.

 

*Proses Pengajuan Bantuan*

Awal mula bantuan ini terinisiasi saat pendamping PKH melakukan kunjungan rutin dan melihat langsung kondisi rumah Ibu Sayem yang tidak layak. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Dinas Sosial, yang ditindaklanjuti dengan pembuatan proposal permohonan bantuan kepada Baznas.

Dukuh Watucilik menjelaskan bahwa proses administrasi dilakukan secara berjenjang melalui pemerintah desa hingga ke tingkat Kapanewon untuk mendapatkan tanda tangan Panewu sebelum akhirnya diserahkan ke Baznas.

“Jadi kita bantu proses pengajuan bantuannya, da n persyaratan yang dilengkapi meliputi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Foto kondisi rumah, Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP, da. Surat kepemilikan tanah.” papar Dukuh Watucilik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *