Home / Daerah / Bangunan Taman Budaya Gunungkidul Alami Kerusakan Serius, Pemkab Segera Lakukan Identifikasi dan Perkuat Mitigasi Bencana

Bangunan Taman Budaya Gunungkidul Alami Kerusakan Serius, Pemkab Segera Lakukan Identifikasi dan Perkuat Mitigasi Bencana

 

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Kondisi bangunan Taman Budaya Gunungkidul (TBG) dilaporkan mengalami kerusakan di beberapa titik akibat gempa serta dampak cuaca dan kondisi struktur tanah.

Berdasarkan pantauan Bupati Gunungkidul bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Rabu, (28/1/2026) kerusakan yang cukup menonjol terjadi pada ruang pertunjukan auditorium di lantai dua, di mana plafon mengalami rontok sebagaimana terjadi pada tahun sebelumnya.

“Selain plafon, genteng di beberapa sudut bangunan juga mengalami kerusakan yang dikhawatirkan dapat menyebabkan air hujan masuk dan mengganggu instalasi listrik.” kata Bupati saat ditemui seusai melalukan peninjauan.

Kerusakan lain yang teridentifikasi meliputi penangkal petir yang patah serta kondisi tembok dan pondasi yang semakin parah, Juga kita lihat pada sisi barat, pondasi bangunan dilaporkan telah terbelah dan patah, sementara di sisi timur, struktur bangunan juga sudah mulai terlepas.” kata Bupati.

 

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten telah meminta pihak Cipta Karya dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melakukan identifikasi kerusakan guna menentukan besaran anggaran perbaikan.

Terkait skema pembiayaan, Bupati Endah mengatakan, pemerintah akan berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menentukan apakah perbaikan akan menggunakan APBD kabupaten atau berbagi anggaran dengan Dana Keistimewaan (Danais).

“Pengamanan area ini menjadi prioritas karena lokasinya yang berdekatan dengan lahan pertanian warga dan demi menjaga keamanan fasilitas Taman Budaya itu sendiri.” kata Bupati.

Selain fokus pada perbaikan fisik bangunan, langkah ke depan juga mencakup penguatan mitigasi bencana melalui evaluasi Early Warning System (EWS) bersama BPBD.

“Saat ini, sejumlah titik EWS telah terpasang untuk berbagai potensi bencana di wilayah Gunungkidul, antara lain EWS Gempa yang terpasang di wilayah Panggang, Plien (Purwosari), dan Sampang di Gedangsari.” papar Bupati.

Dan terpasang juga EWS Banjir yang tersebar di aliran Kali Oyo, Selang, dan Bunder, selai itu juga terdapat EWS Tanah Longsor yang ditempatkan di area dengan potensi longsor besar seperti Sampang dan Watu Gajah serta EWS Tsunami Sedang diusulkan melalui kerja sama dengan akademisi (Prof. Kris) dan pihak Dikti untuk area pantai.

“Pemerintah menekankan bahwa EWS yang ada memiliki radius bunyi alarm lebih dari 1 kilometer saat mendeteksi getaran atau ancaman bencana.” kata Endah.

Oleh karena itu, Bupati menekankan kepada BPBD Gunungkidul untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Kampung Tanggap Bencana (KTB) dan Jaga Warga untuk terus ditingkatkan agar warga dapat mengenali bunyi alarm dan tidak salah mengartikannya.

“Langkah identifikasi dan penguatan sistem ini diharapkan dapat meminimalisir dampak risiko bencana di masa mendatang, mengingat cuaca yang saat ini tidak menentu.” ujar Bupati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *